UNHAS.TV - Pihak Amerika Serikat menyatakan telah melakukan serangan besar-besaran ke sejumlah sasaran di Iran. Serangan ini sebagai tanggapan AS atas serangan Iran ke tiga kapal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.
US Central Command menyatakan seragan itu tertuju ke lebih dari 80 sasaran termasuk 60 kapal kecil milik Korps Penjaga Revolusi Iran. Media Iran menyebutkaan, serangan itu menghantam Pulau Qeshim, Bandar Abbas, dan Sirik yang mengakibatkan sejumlah warga sipil terluka parah.
Serangan ini melukai kesepakatan perdamaian yang pernah ditandatangani kedua pihak yang salah satunya berisi gencatan senjata serta persetujuan atas sejumlah tuntutan dari masing-masing pihak.
Kepala NATO Mark Rutte mengatakan, serangan AS ke pihak Iran sebagai "serangan yang sangat perlu dan tepat" karena Iran dinilai lebih dulu mengingkari kesepakatan itu.
Sebelumnya Senin pekan ini, Operasi Perdagangan Laut AS menyatakan, satu kapal tanker yang melintasi Seat Hormuz diserang oleh peluru yang tidak diketahui asalnya dan merusak ruang mesin kapal.
Dua serangan berikutnya terjadi pada Selasa. Satu kapal tanker terkena peluru ketika berusaha keluar dari selat dan berhasil menuju pelabuhan lainnya. Kapal lainnya tidak bisa bergerak lagi akibat kerusakan struktur oleh serangan peluru.
Selat Hormuz menjadi bagian penting pada konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Ini karena selat tersebut menjadi lalu lintas 20 persen pasokan bahan bakar minyak dan gas ke seluruh dunia.
Secara geografi, bagian utara selat tersebut berbatasan dengan Iran, bagian selatan dengan Oman dan United Arab Emirates. Di selat itu, minyak dari Iran dan negara-negara teluk seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UAE dikapalkan ke seluruh dunia.(*)
SERANGAN - AS menyerang Bandar Abbas di Iran. Foto: tangkapan layar medsos








