Mahasiswa

Perempuan Desa Melek Finansial, KKN Unhas dan BPJS Ketenagakerjaan Bangun Fondasi Ekonomi Tangguh dari Biangloe

Mahasiswa KKN Unhas bersama perempuan Desa Biangloe membangun literasi keuangan, menguatkan ekonomi keluarga, mengelola risiko usaha, dan menumbuhkan kesejahteraan berkelanjutan melalui edukasi kolaboratif. (Ilustrasi: ChatGPT). Mahasiswa KKN Unhas bersama perempuan Desa Biangloe membangun literasi keuangan, menguatkan ekonomi keluarga, mengelola risiko usaha, dan menumbuhkan kesejahteraan berkelanjutan melalui edukasi kolaboratif. (Ilustrasi: ChatGPT).

BANTAENG,UNHAS.TV – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggagas gerakan peningkatan literasi keuangan dan manajemen risiko usaha bagi perempuan pekerja informal di Desa Biangloe, Kecamatan Pa'jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (20/7/2026).

Program yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng itu menjadi upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus memperluas kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Biangloe mulai pukul 13.00 WITA agar tidak mengganggu aktivitas utama peserta yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pekebun.

Penyesuaian waktu tersebut membuat lebih banyak warga dapat mengikuti kegiatan hingga sesi diskusi berakhir.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan perempuan desa dalam mengelola keuangan keluarga, merencanakan masa depan, serta mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu keberlanjutan usaha kecil.

Mahasiswa KKN juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menyusun anggaran, mengendalikan pengeluaran, membangun kebiasaan menabung, dan mempersiapkan dana darurat sebagai fondasi kesehatan finansial rumah tangga.

Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai identifikasi risiko usaha, strategi mengurangi kerugian, hingga pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal.

Program tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 tentang Tanpa Kemiskinan, poin 5 mengenai Kesetaraan Gender, dan poin 8 tentang Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi.

Literasi keuangan kini menjadi salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena berhubungan langsung dengan kemampuan mengelola pendapatan, mengurangi utang yang tidak produktif, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

Kolaborasi Kampus dan BPJS Perkuat Perlindungan Pekerja Desa

Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bantaeng, Isra, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang mengintegrasikan edukasi keuangan dengan perlindungan sosial ketenagakerjaan.

"Menariknya, mahasiswa KKN juga berinisiatif mengundang kami, BPJS Ketenagakerjaan, untuk berbagi informasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan," ujarnya.

Menurutnya, pekerja sektor informal seperti petani, pekebun, pedagang kecil, dan pelaku UMKM juga memiliki risiko kerja yang memerlukan perlindungan melalui program jaminan sosial.

Materi mengenai manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dipaparkan langsung oleh tim dari Kantor Cabang Bantaeng.

Peserta memperoleh penjelasan mengenai perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, hingga manfaat jaminan hari tua yang dapat meningkatkan rasa aman dalam bekerja.

Sesi dialog berlangsung interaktif karena warga memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung mengenai mekanisme pendaftaran, manfaat program, serta syarat kepesertaan.

Pemerintah Desa Apresiasi Ketajaman Analisis Mahasiswa KKN

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Biangloe dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Biangloe.

Kepala Desa Biangloe, Muhammad Amin Rais, S.IP., M.AP., menilai tema yang diangkat mahasiswa sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya kaum perempuan yang berperan besar dalam mengelola ekonomi rumah tangga.

"Saya mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa KKN yang menghadirkan program ini. Tema literasi keuangan sangat relevan karena berkaitan langsung dengan pengelolaan keuangan keluarga. Mahasiswa mampu membaca persoalan nyata di desa dan menghadirkan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Mahasiswa KKN Tematik PPA Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Desa Biangloe, dan warga berkomitmen memperkuat literasi keuangan, perlindungan kerja, serta ketahanan ekonomi keluarga menuju desa yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).
Mahasiswa KKN Tematik PPA Gelombang 116 Universitas Hasanuddin bersama BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Desa Biangloe, dan warga berkomitmen memperkuat literasi keuangan, perlindungan kerja, serta ketahanan ekonomi keluarga menuju desa yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. (Foto: Dok.Pribadi).


Ia menambahkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih menjadi tantangan sehingga edukasi seperti ini sangat penting untuk memperkuat kualitas pengambilan keputusan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan keluarga, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya usaha produktif yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Membangun Desa dari Pengetahuan dan Kesadaran Finansial

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap perempuan pekerja informal di Desa Biangloe semakin percaya diri dalam mengelola keuangan keluarga, mengembangkan usaha secara lebih terencana, serta mampu menghadapi berbagai risiko ekonomi.

Program tersebut juga diharapkan mendorong semakin luasnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di kalangan pekerja informal sehingga perlindungan sosial dapat menjangkau lebih banyak masyarakat desa.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi finansial, dan perlindungan sosial yang berkelanjutan.

Semangat inilah yang menjadi salah satu wujud nyata pengabdian Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan ilmu pengetahuan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi desa menuju masa depan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. (*)