Mahasiswa
Pendidikan

Unhas Lepas 113 Mahasiswa, KKN Internasional Bawa Misi Pengabdian ke Enam Negara Mitra

KKN INTERNASIONAL - Unhas melepas 113 mahasiswa peserta KKN Internasional Gelombang 116 Tahun 2026, di Ruang Senat Lt 2, Gedung Rektorat Unhas, Rabu (10/6/2026). (Unhas TV/Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Universitas Hasanuddin melepas 113 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata atau KKN Internasional Gelombang 116 Tahun 2026, Rabu (10/6/2026). Pelepasan berlangsung di Ruang Senat lantai dua Gedung Rektorat Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.

Para mahasiswa tersebut akan menjalankan program pengabdian, pertukaran budaya, dan kegiatan akademik di enam negara mitra. Enam negara tujuan itu adalah Malaysia, Jepang, Timor Leste, Taiwan, Thailand, dan Hong Kong.

Mereka akan ditempatkan melalui skema kerja sama Unhas dengan sejumlah institusi dan perguruan tinggi luar negeri.

KKN Internasional menjadi salah satu model KKN transformatif yang dikembangkan Unhas. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya turun ke masyarakat, tetapi juga mengikuti proses belajar lintas negara.

Mereka akan mengenal sistem pendidikan, kehidupan sosial, budaya, serta tata kelola kegiatan masyarakat di negara tujuan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM-K, mengatakan pelepasan tersebut menandai dimulainya misi pengabdian mahasiswa Unhas di tingkat internasional.

Menurut dia, program ini juga menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan dan memperluas jejaring kolaborasi global.

“Mahasiswa yang terkirim adalah mahasiswa pilihan yang akan menjadi ambassador universitas. Mereka adalah wajah Unhas yang bergerak ke luar,” kata Prof Ruslin dalam sambutannya.

Pada KKN Internasional Gelombang 116, Unhas memberangkatkan 113 mahasiswa. Mereka terdiri atas 21 mahasiswa laki-laki dan 92 mahasiswa perempuan.

Malaysia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 74 mahasiswa. Jepang menerima 15 mahasiswa, sedangkan Timor Leste menerima 5 mahasiswa. Peserta lainnya akan ditempatkan di Taiwan, Thailand, dan Hong Kong.

Ruslin mengatakan mahasiswa yang mengikuti program tersebut telah melalui sejumlah tahapan sebelum diberangkatkan. Mereka mengikuti registrasi, seleksi, dan pembekalan agar siap menghadapi lingkungan baru di luar negeri.

Pembekalan itu mencakup kesiapan akademik, adaptasi budaya, komunikasi lintas budaya, serta kemampuan bertahan di negara tujuan.

Menurut Ruslin, mahasiswa peserta KKN Internasional harus mampu membawa nama baik kampus dan Indonesia.

Mereka diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga memperlihatkan kualitas mahasiswa Unhas dalam interaksi dengan masyarakat internasional. “Kami yakin mereka sudah siap karena telah dipersiapkan untuk bisa survive di luar negeri,” ujarnya.

Program KKN Internasional Gelombang 116 dijadwalkan berlangsung mulai Juni hingga Desember 2026. Selama periode itu, mahasiswa akan mengikuti kegiatan sesuai kebutuhan dan skema kerja sama di masing-masing negara mitra.

Bentuk kegiatan dapat berbeda di setiap negara karena menyesuaikan konteks sosial, kebutuhan mitra, dan agenda akademik setempat.

Unhas berharap pengalaman tersebut memperkaya wawasan global mahasiswa. Pengalaman belajar langsung di luar negeri dinilai menjadi bekal penting untuk membangun daya saing sumber daya manusia Indonesia.

Mahasiswa juga diharapkan dapat membawa pulang inspirasi tentang sistem pendidikan, organisasi, dan pengelolaan kegiatan masyarakat dari negara tujuan.

Ruslin menyebut pengalaman itu akan menjadi modal bagi peserta setelah kembali ke Indonesia. Pengetahuan yang diperoleh dari negara mitra diharapkan dapat mendorong mahasiswa berkontribusi lebih luas, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui program ini, Unhas ingin menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan yang tidak hanya bekerja di tingkat lokal. Mereka juga didorong memahami dinamika komunitas global.

Dengan semangat pengabdian, kolaborasi, dan inovasi, para peserta KKN Internasional diharapkan menjadi duta Unhas yang mampu menunjukkan kapasitas generasi Indonesia di berbagai negara.

Pelepasan ini sekaligus menegaskan arah Unhas dalam mendorong mahasiswa memiliki pengalaman internasional.

Kampus berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda akademik, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, jejaring, dan kepemimpinan global bagi mahasiswa. Kegiatan ini juga memperkuat posisi Unhas dalam jejaring pendidikan internasional.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)