MAKASSAR, UNHAS.TV — Universitas Hasanuddin (Unhas) memperingati malam Nuzulul Quran pada 17 Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan dengan Sabtu malam, 7 Maret 2026 melalui sebuah kegiatan religius yang berlangsung khidmat di Masjid Ikhtiar Kampus Unhas Tamalanrea sebagai momentum memperkuat kedekatan sivitas akademika dengan Al-Qur’an sekaligus memperdalam pemahaman terhadap pesan-pesan ilahiah yang terkandung di dalamnya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta jamaah dari berbagai unsur sivitas akademika yang menjadikan malam Nuzulul Quran sebagai ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai keilmuan yang berakar pada tradisi wahyu.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi etika, moralitas, dan kesadaran kosmik dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Ia menjelaskan bahwa dalam mempelajari berbagai disiplin ilmu modern, termasuk genetika dan ilmu kehidupan, manusia pada hakikatnya sedang membaca tanda-tanda kebesaran Allah SWT yang tersebar dalam ciptaan-Nya sebagaimana berulang kali ditegaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an.
“Ketika kita mempelajari ilmu pengetahuan, termasuk genetika dan ilmu kehidupan, pada hakikatnya kita sedang membaca ayat-ayat kauniyah Allah SWT yang menunjukkan betapa luar biasanya penciptaan manusia,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.
Rektor Unhas juga mengungkapkan rencana pengembangan program pembelajaran bahasa Arab dan tajwid Al-Qur’an secara rutin di lingkungan kampus sebagai bagian dari upaya memperdalam pemahaman makna Al-Qur’an secara langsung dari bahasa aslinya.
“Kita akan membuat kursus rutin untuk belajar bahasa Arab dengan fokus pada pemahaman Al-Qur’an sehingga ibadah yang kita lakukan tidak hanya menjadi rutinitas tetapi juga kita pahami maknanya secara mendalam,” ungkap Prof. Jamaluddin Jompa.
Ia menambahkan bahwa penguasaan bahasa Arab memiliki posisi yang sangat strategis di era modern karena bahasa ini tidak hanya menjadi bahasa Al-Qur’an tetapi juga merupakan salah satu bahasa internasional yang digunakan secara luas dalam diplomasi, ilmu pengetahuan, ekonomi global, serta komunikasi antarperadaban.
“Bahasa Arab bukan hanya bahasa agama, tetapi juga bahasa ilmu pengetahuan, peradaban, dan komunikasi global yang membuka jendela besar bagi umat Islam untuk memahami warisan intelektual dunia,” kata Prof. Jamaluddin Jompa.

Prof. Dr. H. Andi Aderus, Lc., M.A., menyampaikan tausiah dalam peringatan Nuzulul Quran yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin di Masjid Ikhtiar Kampus Unhas Tamalanrea, 17 Ramadan 1447 H (7 Maret 2026).
Data UNESCO menunjukkan bahwa bahasa Arab saat ini digunakan oleh lebih dari 420 juta penutur di dunia dan menjadi salah satu dari enam bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekaligus bahasa penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan klasik yang menjadi fondasi bagi sains modern.
Dalam sejarah peradaban dunia, bahasa Arab juga berperan sebagai medium utama transmisi ilmu pengetahuan selama masa keemasan Islam ketika karya-karya ilmiah dalam bidang matematika, kedokteran, astronomi, filsafat, dan logika diterjemahkan serta dikembangkan dalam bahasa Arab sebelum kemudian memengaruhi kebangkitan ilmu pengetahuan di Eropa.
Dalam konteks dunia modern, bahasa Arab kini juga semakin penting dalam bidang ekonomi dan geopolitik global karena kawasan Timur Tengah yang mayoritas berbahasa Arab memainkan peran strategis dalam perdagangan energi dunia, diplomasi internasional, serta perkembangan ekonomi global.
Menurut Rektor Unhas, penguatan literasi bahasa Arab di lingkungan kampus tidak hanya penting bagi pemahaman agama tetapi juga membuka peluang akademik dan intelektual bagi generasi muda Indonesia untuk terlibat dalam dialog global yang lebih luas.
Ia menilai bahwa peringatan Nuzulul Quran di lingkungan kampus merupakan wujud kesungguhan sivitas akademika dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi moral, intelektual, dan peradaban.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Senat Akademik Unhas Prof. Dr. drg. Bahruddin Talib, M.Kes., Sp.Pros.(K), Ketua Dewan Profesor Unhas Prof. Dr. Andi Pangerang Moenta, S.H., M.H., DFM, serta jajaran pimpinan universitas lainnya yang terdiri atas sekretaris universitas, para wakil rektor, ketua dan sekretaris lembaga, para dekan, direktur, dan staf di lingkungan Universitas Hasanuddin.
Hadir sebagai penceramah dalam kegiatan tersebut Prof. Dr. H. Andi Aderus, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Alauddin Makassar untuk menyampaikan tausiah mengenai makna historis dan spiritual dari peristiwa turunnya Al-Qur’an.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Awal Kurniawan, Juara 1 Tilawah MTQ Tahun 2026, yang menghadirkan suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan dalam malam peringatan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Melalui peringatan Nuzulul Quran tersebut, Universitas Hasanuddin berharap dapat memperkuat dimensi spiritual sivitas akademika sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dapat berjalan seiring dalam membangun peradaban yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia.(*)
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Masjid Ikhtiar Kampus Unhas Tamalanrea, 17 Ramadan 1447 H ( 7 Maret 2026).








