MAKASSAR, UNHAS.TV – Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) menyiapkan sejumlah program pengembangan layanan yang ditargetkan mulai diluncurkan pada 2027 mendatang.
Program tersebut mencakup penguatan tata kelola berbasis digital, peningkatan sistem keamanan, serta pembenahan fasilitas untuk menciptakan lingkungan perpustakaan yang lebih nyaman bagi sivitas akademika, Selasa (3/11/2026).
Kepala Perpustakaan Unhas Prof Dr Hj Munira Hasjim SS MHum menjelaskan bahwa pengembangan perpustakaan ke depan akan difokuskan pada integrasi berbagai layanan yang sebelumnya dilakukan secara manual ke dalam sistem digital.
Upaya ini diharapkan dapat mempermudah akses informasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kepada pemustaka.
Salah satu program unggulan yang direncanakan adalah Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Universitas Hasanuddin (SIMPU).
Melalui sistem tersebut, pemustaka nantinya dapat mengakses berbagai informasi terkait layanan perpustakaan, termasuk sirkulasi serta pencarian koleksi buku dan jurnal dalam satu aplikasi.
Selain itu, Perpustakaan Unhas juga menyiapkan SIDORA atau sistem baca terbatas (read-only). Layanan ini memungkinkan masyarakat umum maupun sivitas akademika mengakses dan membaca karya tugas akhir mahasiswa serta hasil penelitian dosen dan mahasiswa tanpa dapat mengubah dokumen yang tersedia.
Program berikutnya adalah SIBESTI, yaitu sistem pengintegrasian layanan bebas perpustakaan dengan ruang baca di fakultas. Sistem ini dikembangkan dalam bentuk layanan digital untuk mempermudah mahasiswa dalam proses registrasi maupun pendaftaran tugas akhir.
Tidak hanya berfokus pada digitalisasi, Perpustakaan Unhas juga merencanakan pengadaan security gate atau gerbang keamanan yang dilengkapi teknologi deteksi dan chip pada koleksi buku.

LAYANAN DIGITAL - Sejumlah mahasiswa tengah membaca buku di Perpustakaan Unhas, Selasa (3/11/2026). Kepala Perpustakaan Unhas Prof Munira Hasjim mengatakan tahun 2027 akan meluncurkan Layanan Digital dan Security Gate. (Unhas TV/Husnul Hatima)
Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas keluar masuk pengunjung sekaligus mencegah koleksi perpustakaan dibawa keluar tanpa melalui proses registrasi.
Munira menjelaskan bahwa security gate bekerja dengan mendeteksi identitas pengunjung serta memberikan peringatan apabila terdapat buku yang belum melalui proses registrasi ketika dibawa keluar dari perpustakaan.
“Jadi, security gate itu berfungsi untuk mendeteksi keluar masuknya para pemustaka di perpustakaan. Kemudian, untuk bahan-bahan pustaka yang sudah dilapisi dan dilabeli dengan chip, itu juga akan memberikan informasi bahwa buku ini belum diregistrasi untuk dibawa keluar dari perpustakaan,” jelasnya.
Ia berharap pengadaan fasilitas tersebut dapat direalisasikan pada 2027 mendatang melalui dukungan pimpinan universitas.
Menurutnya, sejumlah perpustakaan perguruan tinggi berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) lainnya telah menerapkan sistem keamanan serupa sehingga Perpustakaan Unhas juga perlu mengembangkan fasilitas tersebut.
Di sisi lain, pembenahan sarana dan prasarana turut menjadi perhatian dalam pengembangan perpustakaan. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman dan ramah bagi seluruh pemustaka.
Salah satu fasilitas yang telah disediakan adalah dispenser air minum gratis bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas maupun melakukan aktivitas akademik di perpustakaan.
Perpustakaan Unhas juga berupaya meningkatkan pelayanan bagi penyandang disabilitas dengan memperhatikan kebutuhan fasilitas yang dapat menunjang kenyamanan dan aksesibilitas mereka.
Melalui berbagai rencana pengembangan tersebut, Perpustakaan Unhas berharap dapat memperkuat perannya sebagai pusat informasi dan sumber pengetahuan bagi sivitas akademika.
Pengembangan layanan digital, sistem keamanan, serta fasilitas pendukung diharapkan mampu menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang semakin inklusif, nyaman, dan mudah diakses.
Munira berharap, berbagai program yang direncanakan pada 2027 mendatang dapat menjadikan Perpustakaan Unhas sebagai rumah bagi para pencari ilmu sekaligus ruang untuk memperoleh pengetahuan dan memperluas wawasan.
(Husnul Hatima / Unhas TV)
Kepala Perpustakaan Unhas Prof Dr Hj Munira Hasjim SS MHum. (Unhas TV/Husnul Hatima)

-300x169.webp)

-300x183.webp)




