Mahasiswa
Pendidikan
Sulsel

Peta Digital Karya Mahasiswa KKN Unhas Bantu Keluarahan Bawasalo Rancang Pembangunan Wilayah

Mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 menyusun Peta Administrasi Kelurahan Bawasalo di Pangkep melalui survei dan SIG untuk mendukung layanan kelurahan pada Juli 2026. (Dok KKN Unhas)

PANGKEP, UNHAS.TV - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menyusun Peta Administrasi Kelurahan Bawasalo, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Peta tersebut dibuat untuk memperjelas batas wilayah sekaligus mendokumentasikan sebaran fasilitas umum di kelurahan itu.

Program ini berangkat dari belum tersedianya peta administrasi yang representatif dan mudah diakses. Selama ini, informasi mengenai batas wilayah, lokasi sekolah, tempat ibadah, dermaga, dan fasilitas lain lebih banyak diketahui secara lisan atau berdasarkan pengalaman warga.

Mahasiswa kemudian melakukan survei lapangan untuk mengambil titik koordinat sejumlah fasilitas umum. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis atau SIG.

Peta disusun pada skala 1:12.500 dengan proyeksi Universal Transverse Mercator dan sistem koordinat World Geodetic System 1984.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa menggunakan data Indonesia Geospasial, basemap Esri World Imagery, Google Maps, serta dokumentasi lapangan sebagai sumber referensi. Hasilnya, batas wilayah kelurahan dan jaringan jalan dapat ditampilkan secara lebih jelas.

Peta itu juga memuat sejumlah titik penting, antara lain Kantor Kelurahan Bawasalo, SDN 4 Segeri, SDN 32 Segeri, SMPN 4 Satap Segeri, Masjid Syuhada 45, Masjid Jami Nurul Huda, KB Harapan Bangsa, Dermaga Bawasalo, serta lapangan Anton Futsal.

Mahasiswa melengkapi setiap titik dengan dokumentasi foto lokasi. Mereka juga menambahkan kode QR yang dapat dipindai untuk membuka informasi digital mengenai Kelurahan Bawasalo.

Dengan fitur tersebut, peta tidak hanya berfungsi sebagai media cetak, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju data wilayah yang lebih lengkap.

Aparat Kelurahan Bawasalo menyambut baik program tersebut. Keberadaan peta administrasi dinilai membantu pemerintah kelurahan dalam perencanaan pembangunan, penyusunan data kependudukan, penentuan lokasi kegiatan, serta pengenalan wilayah kepada masyarakat dan pihak luar.

Setelah proses pemetaan selesai, mahasiswa menyerahkan peta kepada pemerintah Kelurahan Bawasalo. Peta itu akan dipasang di kantor kelurahan dan digunakan sebagai salah satu sumber informasi resmi mengenai wilayah tersebut.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendorong tata kelola wilayah berbasis data spasial. Pemetaan dinilai penting karena keputusan pembangunan membutuhkan informasi lokasi yang akurat, bukan sekadar ingatan atau perkiraan.

Mahasiswa berharap data dalam peta tersebut dapat diperbarui secara berkala mengikuti perubahan fasilitas, jaringan jalan, maupun batas administrasi. Pembaruan diperlukan agar peta tetap relevan dan tidak berhenti menjadi pajangan di kantor kelurahan.

Pembuatan peta administrasi itu juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain yang menghadapi persoalan serupa.

Dengan data yang lebih tertata, pemerintah kelurahan dapat menyampaikan informasi secara transparan dan membantu masyarakat memahami kondisi wilayah tempat mereka tinggal.

Selain menunjang administrasi, peta tersebut dapat digunakan untuk membantu pendataan layanan publik, menentukan akses menuju fasilitas penting, serta mendukung penyusunan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga di setiap bagian wilayah Kelurahan Bawasalo secara lebih terarah nantinya. (*)