Ekonomi
Sulsel

PLN Lakukan Pemeliharaan Infrastruktur, Pengaturan Beban Listrik Sulbagsel Dilakukan Bertahap

PERAWATAN - PLTA Bakaru berkapasitas 126 Megawatt (MW) yang berada di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. PLTA Bakaru merupakan salah satu pembangkit listrik berbasis energi air yang berperan dalam memasok kebutuhan listrik pada Sistem Sulbagsel. Saat ini sistem kelistrikan di Sulsel menjalani perawatan. (Dok PLN UID Sulselrabar)

MAKASSAR, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melakukan pemeliharaan sejumlah infrastruktur ketenagalistrikan di sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memperkuat sistem kelistrikan dalam jangka panjang.

Pemeliharaan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir berdampak pada berkurangnya daya mampu pasok listrik di sistem Sulbagsel.

Untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan pelanggan, PLN melakukan pengaturan beban secara bertahap di sejumlah wilayah Makassar dan sekitarnya.

Pengaturan beban dilakukan secara bergilir dan tidak menyebabkan seluruh wilayah mengalami pemadaman secara bersamaan.

Durasi pemadaman diperkirakan berlangsung antara 1-4 jam dalam setiap sesi, dengan waktu pelaksanaan yang menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan pemeliharaan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif dan perbaikan infrastruktur guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

“Beberapa hari terakhir PLN tengah melaksanakan kegiatan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Sulsel dan sekitarnya guna mengoptimalkan performa pasokan tenaga listrik," ujar Edyansah.

"Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya PLN untuk menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan,” tambahnya.

Menurut dia, pemeliharaan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan sistem listrik agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelanggan di masa mendatang. PLN, kata Edyansyah, terus mempercepat proses pekerjaan dengan mengerahkan petugas teknis di berbagai lokasi.

“Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” katanya.

PLN memastikan proses pemeliharaan dilakukan dengan memperhatikan kondisi sistem serta mengupayakan agar dampak terhadap pelanggan dapat diminimalkan.

Setelah pekerjaan selesai, sistem kelistrikan akan kembali dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi terbaru mengenai wilayah terdampak serta perkembangan penanganan melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal informasi resmi PLN, termasuk WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.

Masyarakat dapat mengakses informasi ketenagalistrikan melalui kanal resmi PLN UID Sulselrabar pada tautan: https://linktr.ee/plnsulselrabar

Pelanggan juga diminta melakukan antisipasi dengan mengatur penggunaan peralatan listrik dan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan penting selama periode pengaturan beban berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan sementara yang dialami pelanggan. PLN meminta dukungan dan pengertian masyarakat selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung. Kami akan terus melakukan upaya terbaik agar kondisi kelistrikan dapat segera kembali normal,” tutup Edyansyah. (*)