Ekonomi
Sulsel

PLN UID Sulselrabar Siagakan 66 SPKLU Sambut Mudik Idulfitri 1447 Hijriah

Manager Pelayanan Pelanggan PLN UID Sulselrabar, Muhammad Susgandinata. (dok unhas tv)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Perusahaan Listrik Negera (PLN) (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar) menyiagakan 66 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 52 lokasi strategis guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Manager Pelayanan Pelanggan PLN UID Sulselrabar, Muhammad Susgandinata, dalam Podcast Unhas TV yang digelar di Studio Podcast Unhas TV, Selasa (3/2/2026).

Susgandinata mengungkapkan, tren penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat terus menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya pada periode mudik Lebaran. Menurutnya, lonjakan tersebut menjadi dasar PLN UID Sulselrabar untuk melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi mudik 2026.

“Pada Ramadan 2024, periode H-7 sampai H+7 Idulfitri, total transaksi di SPKLU sekitar 130 transaksi dengan nilai kurang lebih Rp8,4 juta. Di tahun 2025, pada periode yang sama, jumlah transaksi melonjak menjadi 655 transaksi. Artinya naik hampir lima kali lipat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, evaluasi tidak hanya dilakukan menjelang musim mudik, tetapi secara rutin setiap bulan. Monitoring dilakukan terhadap seluruh 66 unit SPKLU untuk memastikan efektivitas lokasi, kapasitas charger, serta menindaklanjuti masukan dari para pengguna kendaraan listrik.

“Kami evaluasi charger mana yang perlu ditambah kapasitasnya, atau apakah perlu penambahan unit baru berdasarkan kebutuhan dan pergerakan pengguna EV,” jelasnya.

Dari 52 titik SPKLU yang tersedia, sebanyak 47 unit berada di kantor PLN, dua unit di tempat umum seperti mal dan kafe di wilayah Maros, dua unit di kantor pemerintahan, serta satu unit di lingkungan kampus, yakni Kampus Teknik Unhas Gowa.

Susgandinata menambahkan, penentuan lokasi SPKLU mempertimbangkan aspek keamanan dan kesiapan petugas di lapangan. Selain itu, PLN juga responsif terhadap perubahan pola mobilitas masyarakat.

Salah satu contohnya adalah pemindahan unit SPKLU berkapasitas 60 kW dari UP3 Makassar Selatan ke wilayah Malino, menyusul meningkatnya jumlah pengguna EV yang menuju kawasan wisata tersebut. Sebagai pengganti, PLN memasang charger dengan kapasitas lebih besar di Makassar Selatan agar kebutuhan di wilayah perkotaan tetap terpenuhi.

“Jadi tidak mengurangi layanan di kota, justru kami tingkatkan kapasitasnya. Ini bentuk penyesuaian terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dalam memastikan keandalan layanan selama Ramadan dan Idulfitri, PLN UID Sulselrabar menyiagakan tim khusus yang bekerja selama 24 jam. Sistem pengawasan dilakukan secara real time melalui dashboard yang memantau status seluruh SPKLU.

Jika Status Tak Tersedia?

Apabila terdeteksi unit berstatus tidak tersedia, tim admin segera berkoordinasi dengan unit terkait untuk mengecek kondisi kelistrikan maupun konektivitas jaringan. Jika ditemukan gangguan, tim operation and maintenance langsung melakukan penanganan di lapangan.

“Layanan SPKLU tidak boleh kalah dengan layanan kelistrikan. Ada tim admin yang memantau, tim teknis di lapangan, serta call center yang bisa dihubungi pengguna,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa hingga saat ini belum terdapat testimoni negatif dari pengguna EV terkait layanan SPKLU di wilayah kerja PLN UID Sulselrabar. Jika terjadi kendala saat pengisian daya, petugas di lapangan disebut sigap memberikan respons.

Selain dukungan teknis, masyarakat juga dapat mengakses informasi lokasi dan status SPKLU melalui aplikasi PLN Mobile, sehingga pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman.

Susgandinata menilai, peningkatan jumlah transaksi di SPKLU menunjukkan semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, sekaligus menandakan keberhasilan upaya penyediaan infrastruktur pendukung.

“Awalnya masyarakat ragu membeli mobil listrik karena khawatir soal pengisian daya. Sekarang, dengan semakin banyaknya SPKLU, mereka tidak perlu khawatir lagi mau charge di mana,” ujarnya.

Melalui kesiapsiagaan tersebut, Susgandinata menyampaikan jika PLN UID Sulselrabar berkomitmen mendukung program percepatan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023, serta memastikan perjalanan mudik Idulfitri 1447 H bagi pengguna kendaraan listrik berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

(Achmad Ghiffary M / Unhas TV)