News

Prabowo: Bentuk Lembaga Baru, Posisinya sebagai Ketua Dewan

DNKK - Presiden Prabowo meresmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan di Jakarta. Foto: Setpres

JAKARTA, UNHAS.TV - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026 saat mengawali sambutannya pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)  di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Presiden Prabowo menegaskan bahwa santri dan pondok pesantren memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurut Presiden, keberadaan santri dan lembaga pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan serta kemerdekaan Indonesia.

Presiden Prabowo pun menyampaikan pesan singkat yang penuh makna mengenai pentingnya kekompakan dan kekuatan santri dalam membangun Indonesia. Melalui pesan tersebut, Presiden Prabowo menekankan semangat persatuan dan kontribusi santri sebagai bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin kuat dan maju.

Pada saat yang sama, Prabowo meluncurkan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) sebagai perluasan orientasi kebijakan dan akses layanan keuangan menuju kesejahteraan keuangan keluarga.

Peluncuran DNKK turut dihadiri sejumlah pejabat yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Adapun struktur DNKK yakni Presiden Prabowo sebagai ketua dewan, Menko Perekonomian sebagai ketua harian serta jajaran pimpinan dewan turut melibatkan OJK, Bank Indonesia, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan, dengan sejumlah menteri sebagai anggota.

Pada kesempatan itu, Menteri Airlangga Hartarto melaporkan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2026, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61 persen dan tingkat literasi keuangan sebesar 69,57 persen.

Dalam pelaksanaan DNKK, Menko Airlangga menjelaskan bahwa perhatian diarahkan pada kualitas kondisi keuangan atau financial wellness, ketahanan menghadapi guncangan atau financial resilience, serta rasa aman dalam mengelola keuangan atau financial security. 

Airlangga juga menambahkan bahwa pemerintah telah menyiapkan strategi nasional terkait kesejahteraan keluarga. Adapun pelaksanaan di daerah diarahkan pada penguatan literasi keuangan dan pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).(*)