Internasional

Presiden Paraguay Santiago Pena Dimakzulkan, Pedro Alliana Dilantik Jadi Presiden Baru

DIMAKZULKAN - Wakil Presiden Pedro Alliana, berusia 52 tahun dilantik jadi Presiden Paraguay, usai Presiden Santiago Pena dimakzulkan oleh parlemen, Jumat (6/11/2026). (Screenshot Al Jazeera)

ASUNCION, UNHAS.TV – Krisis perbankan mengguncang Paraguay dan mengakhiri masa jabatan Presiden Santiago Pena. Pada Jumat (6/11/2026) waktu setempat, 44 dari 45 anggota Senat menyetujui pemakzulan politikus Partai Colorado tersebut.

Beberapa jam kemudian, Wakil Presiden Pedro Alliana mengucapkan sumpah jabatan sebagai presiden baru negara Amerika Selatan itu.

Pergantian kekuasaan berlangsung ketika pemerintah menghadapi penyelidikan besar-besaran atas runtuhnya Ueno Bank, salah satu lembaga keuangan paling populer di Paraguay.

Alliana, 52 tahun, menjadi presiden ke-53 Paraguay. Ia sebelumnya mendampingi Pena sebagai wakil presiden sejak 2023. Pelantikannya berlangsung setelah Senat memutuskan memberhentikan Pena dari jabatannya. Seorang senator memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.

Pena mengakhiri masa jabatannya dengan menyampaikan pernyataan melalui media sosial. Ia mengaku meninggalkan jabatan dengan rasa terima kasih, sembari mengakui kegelisahan masyarakat yang masih menunggu penjelasan mengenai krisis perbankan tersebut.

Namun, kejatuhan Pena tidak berhenti pada pemakzulan. Kejaksaan memerintahkan penahanan rumah terhadap mantan presiden itu atas dugaan penyalahgunaan kepercayaan dan sejumlah tindak pidana lainnya.

Penyidik juga menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Carlos Carvallo, mantan kepala Bank Sentral Paraguay, yang diduga gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap lembaga keuangan.

Carvallo telah mengundurkan diri pada awal pekan ini. Pengunduran dirinya menyusul mencuatnya persoalan serius dalam pengawasan Ueno Bank.

Pemerintah kini menghadapi pertanyaan mengenai bagaimana sebuah bank dengan jutaan nasabah dapat mengalami keruntuhan ketika sebagian besar aktivitasnya berkaitan dengan dana publik.

Krisis bermula pada Selasa, ketika Bank Sentral Paraguay mengumumkan bahwa Ueno tidak lagi memenuhi standar solvabilitas yang ditetapkan undang-undang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa bank tidak memiliki kecukupan aset penjamin untuk menutup kewajiban pinjaman dan kegiatan keuangannya.

Bank sentral kemudian mengambil alih lembaga tersebut dan memindahkan sisa asetnya ke sejumlah institusi perbankan lain sebagai langkah pengamanan.

Namun, keputusan itu langsung berdampak pada jutaan nasabah. Banyak pelanggan kehilangan akses terhadap rekening dan pembayaran dana pensiun mereka.

Besarnya dampak krisis terlihat dari jumlah nasabah Ueno. Bank tersebut memiliki sekitar tiga juta anggota atau hampir dua pertiga penduduk dewasa Paraguay. Dalam beberapa tahun terakhir, Ueno berkembang pesat hingga menjadi bank terbesar kelima di negara itu berdasarkan jumlah simpanan.

Dari Bank Populer ke Pusat Skandal Politik

Ueno mengonsolidasikan bisnisnya pada 2023 dengan menggunakan merek Ueno. Pertumbuhan lembaga tersebut mendapat dukungan dana publik yang mencapai sekitar US$800 juta.

Sebelum mengalami keruntuhan, perusahaan mengklaim telah membantu lebih dari satu juta warga Paraguay membuka rekening bank untuk pertama kalinya.

Namun, pertumbuhan tersebut kini menjadi sumber pertanyaan bagi penyidik. Mereka mendalami kemungkinan adanya perlakuan istimewa terhadap Ueno karena kedekatannya dengan pejabat pemerintah.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian ialah investasi dana pensiun negara sebesar US$355 juta di bank tersebut.

Nama Pena ikut terseret karena pada 2023 ia tercatat sebagai pemegang saham perusahaan induk Ueno. Mantan presiden itu menyatakan telah menjual kepemilikan sahamnya pada awal 2025.

Meski demikian, hubungan historis tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan konflik kepentingan ketika ia masih memegang kekuasaan.

Pena sempat menawarkan pengunduran diri dengan alasan ingin menjaga institusi demokrasi. Namun, Kongres Paraguay menolak tawaran tersebut pada Kamis dan memilih melanjutkan proses pemakzulan.

Keputusan itu membuat Pena kehilangan peluang untuk meninggalkan jabatan melalui mekanisme pengunduran diri biasa.

Jika pengunduran dirinya diterima, Pena masih berhak memperoleh status sebagai mantan presiden yang dapat menjadi anggota Senat.

Status tersebut juga memberinya perlindungan hukum tertentu dari proses penuntutan. Pemakzulan mengubah situasi itu dan membuka jalan bagi proses hukum terhadap dirinya.

Partai Colorado, kendaraan politik Pena yang telah lama mendominasi Paraguay, justru mendukung pemakzulan tersebut. Mantan Presiden sekaligus pemimpin partai, Horacio Cartes, menyatakan dukungannya terhadap langkah itu demi memulihkan institusi republik.

Dalam proses politik pada Kamis, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui pemakzulan Pena dengan suara 78 berbanding nol. Keputusan tersebut kemudian menjadi dasar bagi Senat untuk memberhentikannya sehari kemudian. Kongres tidak membuka proses pemakzulan terhadap Alliana.

Pergantian presiden berlangsung ketika penyelidikan terhadap skandal Ueno terus meluas. Sedikitnya 27 orang menghadapi tuntutan pidana terkait perkara tersebut, termasuk pemegang saham utama bank, Miguel Vazquez.

Penyidik mendalami sejumlah dugaan kejahatan, antara lain percobaan penipuan, penyalahgunaan kepercayaan, penggelapan dana, dan perdagangan pengaruh.

Pena telah menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan penyelidikan. Ia tidak menghadiri sidang pemakzulan secara langsung pada Jumat dan mengirimkan pengacaranya untuk mewakili kepentingannya. Dalam pernyataannya, ia beralasan kehadirannya dapat memperbesar perpecahan dan ketidakstabilan politik.

Namun, Pena sebelumnya mempersoalkan cepatnya proses sidang Senat. Ia meminta tambahan waktu untuk menggunakan hak konstitusionalnya dalam menyampaikan pembelaan. Menurutnya, waktu yang diberikan tidak cukup untuk menyiapkan jawaban terhadap tuduhan yang diajukan.

Kini, Alliana mewarisi pemerintahan yang menghadapi persoalan politik dan ekonomi serius. Sebelum menjabat wakil presiden, ia pernah menjadi gubernur Departemen Neembucu di wilayah selatan Paraguay.

Ia juga menghabiskan hampir sepuluh tahun sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, termasuk tiga tahun menjabat ketuanya.

Pengalaman politik tersebut akan menjadi modal Alliana dalam menghadapi krisis kepercayaan publik. Namun, tantangan terbesarnya ialah memastikan penyelidikan Ueno berjalan tanpa intervensi politik, memulihkan akses keuangan masyarakat, dan menjelaskan penggunaan dana publik yang tersimpan di bank tersebut.

Kejatuhan Pena telah mengubah kepemimpinan Paraguay. Kini, publik menunggu apakah pemerintahan baru mampu mengungkap siapa yang bertanggung jawab atas keruntuhan salah satu bank terbesar di negara itu. (*)