Pendidikan
Sosial

Prodi Fisioterapi Unhas Bekali 75 Siswi SMP Athirah Cara Atasi Nyeri Haid dan Cegah Cedera Olahraga

PROGRAM FITHER - Tim Fisioterapi Universitas Hasanuddin mengedukasi 75 siswi SMP Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar, Selasa (20/10/2026). Melalui program FitHer, peserta mempraktikkan latihan untuk mengatasi nyeri haid, meningkatkan kebugaran, dan mencegah cedera olahraga. (Dok Fisioterapi Unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar program edukasi kesehatan bagi 75 siswi SMP Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan bertajuk FitHer ini berfokus pada peningkatan kebugaran kardiorespirasi, pencegahan cedera olahraga, dan penanganan nyeri haid atau dismenore pada remaja putri.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut dirancang untuk membekali pelajar dengan pengetahuan praktis mengenai kesehatan tubuh, terutama saat memasuki masa pubertas.

Selain menerima materi, para siswi mengikuti pemeriksaan parameter dasar tubuh dan praktik latihan fisioterapi.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi Unhas sekaligus Ketua Tim FitHer, Andi Besse Ahsaniyah SFt Physio MKes mengatakan remaja putri membutuhkan pemahaman kesehatan yang sesuai dengan perubahan fisik selama masa pertumbuhan.



PROGRAM FITHER - Tim Fisioterapi Universitas Hasanuddin mengedukasi 75 siswi SMP Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar, Selasa (20/10/2026). Melalui program FitHer, peserta mempraktikkan latihan untuk mengatasi nyeri haid, meningkatkan kebugaran, dan mencegah cedera olahraga.(Dok Fisioterapi Unhas)


“Pemilihan siswi SMP Islam Athirah sangat tepat karena pada usia remaja, mereka perlu dibekali pemahaman mengenai cara mengatasi nyeri haid atau dismenore, melakukan latihan fisik secara aman, serta mencegah dan menangani cedera olahraga,” kata Ahsaniyah.

Menurut dia, pemahaman tersebut penting agar remaja mampu mengenali kondisi tubuh dan mengambil langkah awal ketika mengalami keluhan kesehatan. Pengetahuan mengenai aktivitas fisik yang aman juga diharapkan dapat mengurangi risiko cedera saat berolahraga.

Dalam kegiatan ini, tim fisioterapi memberikan edukasi tentang kebugaran jantung dan paru, prinsip latihan fisik, serta langkah pencegahan cedera. Peserta juga diperkenalkan pada cara mengelola nyeri menstruasi melalui pendekatan nonfarmakologis.

Para siswi mempraktikkan sejumlah gerakan fisioterapi untuk membantu meredakan ketidaknyamanan saat menstruasi. Tim turut memperagakan teknik relaksasi dan penggunaan kompres hangat secara aman.

Selain itu, peserta mendapat penjelasan mengenai tanda bahaya nyeri haid yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Tim juga mengukur denyut nadi dan saturasi oksigen untuk mengenalkan indikator dasar kondisi tubuh.

Wakil Kepala SMP Islam Athirah Bukit Baruga Bidang Kurikulum, Musdalifah, menyambut pelaksanaan program tersebut.



PROGRAM FITHER - Tim Fisioterapi Universitas Hasanuddin mengedukasi 75 siswi SMP Islam Athirah Bukit Baruga, Makassar, Selasa (20/10/2026). Melalui program FitHer, peserta mempraktikkan latihan untuk mengatasi nyeri haid, meningkatkan kebugaran, dan mencegah cedera olahraga. (Dok Fisioterapi Unhas)


Menurut Musdalifah, materi FitHer sejalan dengan upaya sekolah membangun kebiasaan hidup sehat di kalangan pelajar.

Kegiatan yang berlangsung bersamaan dengan program Selasa Bugar itu dinilai memperkuat pembiasaan aktivitas fisik dan kepedulian terhadap kesehatan sejak dini.

Program ini melibatkan dosen serta mahasiswa Program Sarjana dan Profesi Fisioterapi Unhas. Mereka mendampingi peserta selama penyampaian materi dan praktik.

Sebagai tindak lanjut, tim menyerahkan standing banner berisi panduan penanganan cedera olahraga serta booklet fisioterapi untuk dismenore kepada sekolah. Materi tersebut disiapkan sebagai rujukan bagi siswi setelah kegiatan berakhir.

Melalui FitHer, Unhas juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya kesehatan dan kesejahteraan serta pendidikan berkualitas.

Program ini diharapkan mendorong remaja putri lebih mandiri dalam menjaga kebugaran, mencegah cedera, dan menangani keluhan menstruasi secara tepat. (*)