MAKASSAR, UNHAS.TV - Mahasiswa Universitas Hasanuddin mendapatkan wawasan mengenai sistem politik dan kebijakan luar negeri Jepang melalui kuliah umum yang digelar Center for Peace, Conflict and Democracy (CPCD) Universitas Hasanuddin bersama Departemen Ilmu Hubungan Internasional, FISIP Unhas, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah FISIP Unhas ini dilaksanakan secara hibrida dengan menghadirkan akademisi dari Rikkyo University, Jepang, Prof Ako Muto PhD sebagai guest lecture.
Prof Ako Muto merupakan Specially Appointed Professor pada Master of Social Development and Administration Course, Graduate School of Social Design Studies, Rikkyo University.
Kuliah umum ini menjadi bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Sistem Politik dan Kebijakan Luar Negeri Jepang.
Selain memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai sistem politik dan kebijakan luar negeri Jepang, kegiatan ini juga membahas isu perdamaian dan peace building serta peluang kerja sama antara Indonesia dan Jepang.
Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Rhin Khairina Rahmat SIP MA. Peserta kuliah umum terdiri atas mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Sistem Politik dan Kebijakan Luar Negeri Jepang serta peserta dari CPCD, baik yang hadir secara luring maupun daring.
Rhin Khairina Rahmat mengatakan, kuliah umum ini merupakan bentuk kolaborasi antara Departemen Ilmu Hubungan Internasional dan CPCD Unhas untuk memberikan perspektif yang lebih luas kepada mahasiswa.
“Ini sebenarnya kolaborasi antara Departemen Ilmu Hubungan Internasional dengan CPCD, Center for Peace, Conflict, and Democracy. Tujuannya adalah menambah insight dari teman-teman yang mengambil mata kuliah sistem politik dan kebijakan luar negeri Jepang," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran guest lecture diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami konsep peace building serta melihat peluang kebijakan luar negeri yang dapat dikembangkan oleh Indonesia dan Jepang.
“Tujuannya lebih ke menambah insight seperti apa peace atau peace building dan kebijakan luar negeri yang Indonesia dan Jepang bisa lakukan. Jadi, teman-teman mahasiswa itu lebih punya gambaran yang lebih baik," tambahnya.
Rhin juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada masa mendatang, termasuk dengan menghadirkan akademisi dari Jepang secara langsung ke Universitas Hasanuddin.
Kehadiran narasumber secara langsung dinilai dapat memberikan ruang diskusi yang lebih luas bagi mahasiswa, sehingga pertukaran gagasan dan wawasan mengenai hubungan Indonesia dan Jepang dapat berlangsung lebih mendalam.
Melalui kuliah umum ini, Unhas terus mendorong penguatan wawasan mahasiswa dalam memahami dinamika hubungan internasional, khususnya terkait perdamaian, peace building, serta arah kebijakan luar negeri Indonesia dan Jepang.
(Andrea Ririn Karina / Unhas TV)
POLITIK JEPANG - Mahasiswa Unhas mengikuti kuliah umum tentang politik dan kebijakan luar negeri Jepang untuk memperluas wawasan, di Aula FISIP Unhas, Rabu (2/9/2026). Kuliah ini menghadirkan akademisi Rikkyo University, Prof Ako Muto. (Unhas TV / Andrea Ririn Karina)
-300x181.webp)
-300x147.webp)






