Pendidikan

Jejak Kurang Lebih 8 Tahun FKM Unhas: Konsisten Perkuat Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan

Dekan FKM Unhas Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD di ruang kerjanya di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar. Selama hamper 8 tahun memimpin FKM dengan penguatan tata kelola program kesehatan berbasis bukti yang telah menjangkau puluhan lokus di Indonesia dan mengukuhkan peran FKM Unhas sebagai mitra strategis Kementerian Kesehatan RI. (dok fkm unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV — Selama delapan tahun terakhir, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) konsisten mendampingi tata kelola program kesehatan bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, khususnya melalui Biro Perencanaan dan Anggaran.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari kontribusi akademik untuk memperkuat sistem kesehatan nasional berbasis perencanaan yang terukur.

Inisiatif tersebut dirintis pada masa kepemimpinan Prof Aminuddin Syam. Saat itu, fondasi kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah pusat dibangun untuk memastikan perencanaan kesehatan daerah selaras dengan kebijakan pembangunan nasional serta berbasis data.

Prof Sukri Palutturi SKM MKes MSc PH PhD menjelaskan, pendampingan dimulai pada 2019 dengan satu lokus rumah sakit di Provinsi Sulawesi Barat. Tim dipimpin oleh Irwandy. Dari satu titik itu, cakupan pendampingan berkembang signifikan pada periode 2020–2025.

Dalam kurun lima tahun, jumlah lokus bertambah menjadi 41 Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Puluhan dosen lintas departemen FKM Unhas dilibatkan.

Pendampingan tidak sekadar asistensi administratif, tetapi mencakup penguatan kapasitas perencanaan strategis, sinkronisasi dokumen daerah dengan indikator pembangunan nasional, hingga peningkatan kompetensi tim perencanaan kesehatan daerah.

Evaluasi pelaksanaan tahun 2025 menunjukkan capaian 100 persen. Seluruh lokus berhasil menyusun dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) sesuai pedoman teknis.

Dokumen tersebut dinilai selaras dengan indikator RPJMN dan RIBK. Kompetensi Tim Rankesda di daerah juga dinilai meningkat dengan kategori baik.

Pada 2026, FKM Unhas kembali memperoleh kepercayaan untuk mendampingi 20 lokus kabupaten, kota, dan provinsi. Wilayahnya tersebar di Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara hingga Papua.

Dengan jumlah tersebut, FKM Unhas menjadi universitas mitra dengan lokus terbanyak yang dipercayakan oleh Kementerian Kesehatan.

Pendampingan tata kelola ini memperkuat kapasitas perencanaan dan penganggaran berbasis bukti di lingkungan Biro Perencanaan dan Anggaran Kemenkes.

Pendekatan akademik yang sistematis dan berbasis analisis kebijakan kesehatan dinilai meningkatkan efektivitas serta efisiensi implementasi program.

Bagi pemerintah daerah, kehadiran tim akademik memberi dampak langsung pada kualitas dokumen perencanaan. Renstra dan Renja disusun lebih terstruktur, terukur, dan terintegrasi dengan indikator pembangunan nasional. Hal ini mendorong peningkatan kinerja program sekaligus memperkuat tata kelola kesehatan daerah.

Secara kelembagaan, kegiatan tersebut menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain pengabdian kepada masyarakat, pendampingan membuka ruang pengembangan riset terapan dan pengayaan pembelajaran bagi sivitas akademika yang terlibat langsung di lapangan.

Melalui konsistensi delapan tahun terakhir, FKM Unhas menegaskan perannya dalam penguatan tata kelola program kesehatan daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan ini menjadi kontribusi berkelanjutan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan nasional berbasis perencanaan yang akuntabel dan berbasis data. (*)