Budaya

Ramadan 2025 di Rusia: Menelusuri Jejak Sejarah, Merajut Tradisi, dan Menyambut Idul Fitri



Tenda Ramadan: Ketika Islam dan Budaya Bertemu di Jantung Rusia. Credit: IQNA
Tenda Ramadan: Ketika Islam dan Budaya Bertemu di Jantung Rusia. Credit: IQNA


Tenda Ramadan

Tenda Ramadan adalah acara khusus yang menyelenggarakan buka puasa bersama setiap hari, yang dihadiri lebih dari 600 orang tanpa memandang kebangsaan atau kepercayaan. Acara ini memberi mereka kesempatan untuk mengakses layanan yang ditawarkan di tenda tersebut secara gratis.

Tenda ini juga menyajikan hidangan populer dari daerah-daerah Muslim di Rusia, dan menyelenggarakan kompetisi menghafal Al-Quran untuk anak-anak.

Tenda Ramadan di Moskow Mempererat Persahabatan antara Umat Muslim di Rusia dan Negara-negara Lain

Tenda ini beroperasi di bawah program yang diumumkan oleh Dewan Mufti Rusia, yang menetapkan setiap 30 hari Ramadan di negara Islam yang berbeda.

Upacara tersebut berlangsung satu jam sebelum buka puasa setiap hari, dan televisi besar di dalam tenda tersebut menayangkan pemandangan negara tersebut, beserta tempat-tempat wisata dan beberapa masjid besar.

Selama acara ini, duta besar negara Islam, bersama dengan satu atau lebih ulama Muslim dari negara tersebut dan seorang ulama dari Dewan Mufti Rusia, biasanya memberikan pidato. Membaca ayat-ayat suci Al-Quran dan menyanyikan lagu-lagu religi merupakan kegiatan rutin dalam acara Tenda Ramadan di Moskow.

Nafiullah Ashirov, Kepala Departemen Muslim untuk wilayah Asia Rusia, meyakini bahwa Tenda Ramadan memegang peranan yang sangat penting dalam mempererat tali silaturahmi antar-Muslim di Rusia dan berbagai negara di seluruh dunia.

Ia menekankan pentingnya Tenda Ramadan dengan menyatakan bahwa model penting persaudaraan Islam dan berkah bulan suci Ramadan ini dapat diimplementasikan di negara-negara Islam lainnya dan bahkan di negara-negara non-Islam dengan komunitas Muslim yang besar, yang niscaya akan membawa berkah bagi umat Islam.

Suasana Ramadan: Dari Awal Hingga Akhir yang Penuh Makna

Sejak awal Ramadan, umat Muslim di Rusia menjalankan ibadah puasa dengan semangat tinggi, meskipun tantangan besar harus mereka hadapi. Di beberapa wilayah utara, seperti Murmansk dan Saint Petersburg, durasi puasa bisa mencapai 20 hingga 22 jam sehari, salah satu yang terpanjang di dunia. Namun, hal ini tidak mengurangi antusiasme mereka untuk menjalankan ibadah dan menghadiri kegiatan di masjid atau tenda Ramadan.

Mendekati akhir bulan suci, suasana semakin semarak. Di Masjid Katedral Moskow, ribuan Muslim berkumpul untuk itikaf, memperbanyak doa dan membaca Al-Qur'an di malam-malam terakhir Ramadan. Sementara itu, Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan, dirayakan dengan penuh kekhusyukan.

Menjelang akhir Ramadan, suasana spiritualitas semakin terasa di seluruh Rusia. Masjid-masjid dipenuhi oleh umat Muslim yang beriktikaf, menghabiskan malam-malam terakhir bulan suci dengan berdoa, membaca Al-Quran, dan merenungkan makna Ramadan.

Malam ke-27 Ramadan, yang diyakini sebagai Lailatul Qadar, menjadi puncak dari semua ibadah. Umat Muslim Rusia memadati masjid-masjid, memohon ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Suasana haru dan khusyuk menyelimuti malam yang penuh dengan keajaiban ini.

"Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa bagi kami," kata seorang warga Moskow, Amina. "Kami percaya bahwa pada malam ini, doa-doa kami memiliki peluang besar untuk dikabulkan."

>> Baca Selanjutnya