Makassar
Travel

Ramai Kunjungan Wisatawan di Akhir Pekan, Tapi Sampah Jadi Persoalan Pulau Samalona

Pulau Samalona Kota Makassar tampak dari kejauhan dengan dikeliling pantai pasir putih. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Akhir pekan penuh keceriaan tampak di Pulau Samalona, Kota Makassar, Jumat (21/8/2026). Puluhan wisatawan domestik memenuhi dermaga kayu pulau dengan dikelilingi pantai pasir putih ini.

Namun, di balik indahnya Pulau Samalona dan meningkatnya jumlah kunjungan, persoalan klasik muncul kembali, yakni sampah.

Kamaruddin Dg Lallo, warga setempat sekaligus penjual di Pulau Samalona, mengamini adanya lonjakan pengunjung. Menurutnya, arus wisatawan meningkat sejak maraknya paket open trip ke pulau tersebut.

"Untuk akhir-akhir ini memang meningkatlah jumlah pengunjung ke (Pulau) Samalona," ujarnya. Keramaian biasanya memuncak dari hari Jumat hingga Minggu.

Namun, Kamaruddin tak menyembunyikan kekhawatirannya. Di balik gemerlap destinasi wisata pulau, ia justru menyoroti kebersihan.

"Saya lihat kebersihan memang agak bermasalah. Di Pulau Samalona ini, masalah sampah adalah utama dan butuh perhatian," katanya dengan nada prihatin.

Ia menyayangkan kurangnya kepedulian dari para pengelola open trip terhadap limbah yang ditinggalkan wisatawan. "Semua yang istilahnya papalimbang atau pengelola open trip, tidak ada kepedulian untuk kebersihan dan sampahnya," kata Kamaruddin.

Keluhan itu bukan tanpa alasan. Sampah plastik dan sisa makanan kerap berserakan di sudut-sudut pantai, mengganggu pemandangan yang seharusnya masih asri. Sampah-sampah itu datang dari pengunjung yang berlibur ke Pulau Samalona.

Kamaruddin berharap ada perhatian serius dari pengelola wisata dan pemerintah setempat untuk mengelola sampah secara terpadu.

Tak hanya wisatawan domestik yang terkesima dengan keindahan Pulau Samalona. Turis asal Spanyol, Susana Urruticoechea, mengaku terkesan dengan keindahan pulau ini.

"Kami memang sengaja datang ke pulau ini. Ini adalah pertama kalinya kami datang ke Samalona. Pulau kecil yang cantik," katanya.

Ia dan rombongan memanfaatkan momen liburan untuk menikmati matahari tropis di pulau yang masih tampak alami itu.

Meningkatnya jumlah wisatawan jelas menjadi berkah bagi ekonomi lokal. Namun, jika kebersihan terutama persoalan sampah tak dikelola dengan baik, pamor Pulau Samalona sebagai primadona wisata Makassar bisa terkikis.

Warga berharap ada kerja sama antara pengelola, pemerintah, dan wisatawan untuk menjaga kebersihan pulau, sehingga keindahan Samalona tetap terjaga dan kunjungan tak menjadi beban bagi lingkungan.

Seperti yang Kamaruddin ungkapkan, sampah yang dibawa pengunjung, harusnya juga dibawa kembali meninggalkan Pulau Samalona. Agar keindahan pulau yang memiliki luas sekira 2,5 hektare ini dapat terus dinikmati.

(Nurathirah / Unhas TV)