Pendidikan

Rektor Unhas Lantik 122 Pejabat Baru: Perkuat Konsolidasi Menuju Universitas Berkelas Dunia

PEJABAT - Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc melantik 122 pejabat baru di Baruga AP Pettarani, Senin (20/7/2026). Foto: Humas Unhas

MAKASSAR, UNHAS.TV - Di tengah tuntutan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, perguruan tinggi dituntut memiliki tata kelola yang adaptif terhadap perubahan. 

Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat konsolidasi kepemimpinan melalui pelantikan 122 pejabat baru sebagai langkah strategis mempercepat transformasi institusi menuju universitas berkelas dunia.

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menegaskan, pelantikan pejabat merupakan momentum menghadirkan energi baru dalam organisasi agar mampu menjawab berbagai tantangan yang terus berkembang. Kehadiran pejabat baru membuka ruang bagi adaptasi tuntutan dan perkembangan lingkungan, baik lingkungan nasonal maupun internasional.

"Jabatan yang baru saja disematkan di pundak Saudara-saudari sekalian bukanlah sebuah beban, melainkan tanggung jawab yang harus diemban dengan sungguh-sungguh dan penuh integritas. Anda yang dilantik hari ini adalah mesin penggerak utama universitas," tegas Prof JJ di Baruga AP Pettarani Unhas, Senin (20/7/2026)

Menurut Prof JJ, tantangan yang dihadapi Unhas ke depan semakin kompleks. Berbagai target strategis yang harus dicapai. Kondisi tersebut menuntut tata kelola yang semakin kuat, efektif, lincah, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.  Unhas memiliki modal yang kuat untuk mewujudkan cita-cita tersebut. 

Berbagai capaian yang diraih dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Unhas mampu melakukan lompatan signifikan pada berbagai aspek. Prof JJ mengajak seluruh pejabat membangun kolaborasi yang lebih erat lintas fakultas, direktorat, dan unit kerja agar setiap potensi bergerak dalam satu arah sama.

Prof JJ juga mengingatkan bahwa percepatan transformasi tidak dapat dicapai apabila seluruh elemen universitas masih bekerja dengan pola business as usual. Unhas harus berani mengubah standar keberhasilan dengan menjadikan universitas-universitas terbaik, baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai tolok ukur.

"Mulai hari ini kita harus berani mematok standar kerja yang tinggi. Mimpi ini gratis, tetapi menuntut harga mahal berupa etos kerja keras, inovasi tanpa henti, dan keberanian meninggalkan zona nyaman," ungkap Prof JJ. 

Prof JJ juga mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk membuktikan diri sebagai talenta terbaik yang mampu memimpin perubahan dan menghadapi tantangan dengan keberanian. Dirinya berharap, semangat keberanian, integritas, dan kolaborasi menjadi bekal seluruh pejabat dalam mengantarkan Unhas menuju institusi yang semakin unggul, berdampak, dan berdaya saing global.

Prof JJ tidak lupa menyampaikan penghargaan kepada para pejabat yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya selama empat tahun terakhir.  Dirinya berharap, para pejabat lama tidak meninggalkan Unhas.  

Organisasi, kata Prof. JJ, mrip tim sepak bola. Pergantian pemain merupakan hal wajar untuk menjaga ritme dan memperkuat performa tim. Meski terjadi pergantian peran, seluruh sivitas akademika tetap berada dalam satu tujuan besar, membawa Unhas terus bertumbuh dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.(*)