Pendidikan
Sulsel

Remaja Sehat Beraksi, OSIS SMAN 1 Bulukumba Didorong Jadi Agen Perubahan



PROMOSI GIZI - Tim PKM FKM Unhas menggelar workshop penguatan peran Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam promosi gizi dan kesehatan mental di SMAN 1 Bulukumba, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan bertajuk "Remaja Sehat Beraksi" ini melibatkan 25 pengurus OSIS yang disiapkan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. (Dok PKM FKM Unhas)


Workshop kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi "Gizi Seimbang dan Pembatasan Ultra-Processed Food (UPF)" oleh Rahayu Indriasari.

Melalui penyampaian interaktif disertai diskusi dan pemutaran video edukasi, peserta diajak memahami pentingnya memilih makanan sehat dengan memperhatikan komposisi bahan dan informasi nilai gizi pada kemasan pangan.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi mengenai cara mengenali makanan ultra-proses dan membaca label pangan.

Materi kesehatan mental selanjutnya disampaikan oleh dr Devintha Viriani MKes SpGK SubspKM secara daring melalui Zoom. Meskipun virtual, peserta tetap mengikuti sesi dengan antusias.

Edukasi kemudian diperkuat melalui kegiatan Mandala Art yang dipandu tim pengabdian sebagai media ekspresi diri untuk membantu peserta mengenali emosi, meningkatkan konsentrasi, serta mengurangi kecemasan.

Peserta juga diberikan kesempatan mempresentasikan hasil karya mereka sebagai bentuk refleksi terhadap kondisi emosional masing-masing.

Sebagai tindak lanjut, Ulfah Najamuddin SSi MKes PhD memperkenalkan UPF Reform Challenge, sebuah kompetisi inovatif yang bertujuan mendorong siswa mengembangkan alternatif pangan sehat berbasis pangan lokal sebagai pengganti Ultra-Processed Food.

Kompetisi ini akan diikuti oleh seluruh 10 seksi bidang (sekbid) OSIS SMAN 1 Bulukumba. Setiap sekbid akan merancang inovasi menu sehat, kemudian mengemasnya dalam bentuk video edukasi kreatif dan mempublikasikannya melalui media sosial sebagai kampanye promosi gizi bagi remaja.

"Melalui kegiatan ini diharapkan lahir 10 video kreatif yang tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa, tetapi juga menjadi media edukasi untuk mendorong perubahan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat," ujar Ulfah.

Rangkaian kegiatan juga mencakup pemilihan Duta Remaja SMAN 1 Bulukumba sebagai upaya membentuk pelopor promosi gizi dan kesehatan mental di lingkungan sekolah.

Berdasarkan hasil penilaian selama workshop, Andi Dian Novianty dan Muhammad Rizky Syarif terpilih sebagai Duta Remaja SMAN 1 Bulukumba.

Keduanya diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menginspirasi teman sebaya untuk menerapkan pola hidup sehat, meningkatkan literasi gizi, serta membangun kepedulian terhadap kesehatan mental melalui berbagai kegiatan edukasi yang dipimpin langsung oleh siswa untuk siswa.

Bersama pelaksanaan UPF Reform Challenge, kehadiran Duta Remaja diharapkan dapat memastikan keberlanjutan program sehingga pesan-pesan mengenai gizi seimbang, pembatasan konsumsi UPF, dan kesehatan mental terus disebarluaskan di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin dalam mendukung peningkatan kesehatan remaja melalui kolaborasi dengan sekolah.

Sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang berdampak nyata dalam membangun budaya hidup sehat di kalangan remaja.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons sangat positif dari pihak sekolah maupun peserta.

Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pre-test, penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga penyusunan rencana pelaksanaan UPF Reform Challenge.

Melalui program "Remaja Sehat Beraksi", Tim PKM FKM Unhas berharap dapat memperkuat kapasitas remaja sebagai agen perubahan dalam membangun budaya hidup sehat, meningkatkan literasi gizi, serta peduli terhadap kesehatan mental di lingkungan sekolah secara berkelanjutan.

Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, serta berkontribusi pada SDG 2 (Zero Hunger) melalui peningkatan literasi gizi dan kualitas konsumsi pangan remaja. (*)