MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Oxford kembali meluncurkan The World Happines Report. Ini adalah laporan mengenai seberapa besar persepsi suatu bangsa mengenai kebahagiaan hidup mereka selama ini.
Peluncuran laporan itu bersamaan dengan peringatan Hari Kebahagiaan Internasional PBB yang jatuh pada 20 maret 2025.
Laporan indeks kebahagiaan ini merupakan hasil penelitian dari Oxford Wellbeing Research Centre bersama dengan Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan PBB dengan menggunakan data yang dikumpulkan oleh Gallup World Data di lebih dari 140 negara mulai dari tahun 2022 hingga 2024.
Laporan ini mendasarkan pada persepsi responden terhadap tiga alat ukur utama yakni evaluasi hidup, emosi positif, dan emosi negatif. Indikator lain yang turut diukur yakni mengenai dukungan hidup dan kesehatan, kebebasan, kedermawanan, dan persepsi mereka terhadap korupsi yang terjadi di sekitar mereka.
Dari laporan tersebut, bangsa Indonesia bukanlah negara paling bahagia dan paling jujur. Indonesia berada di peringkat 83 dunia soal kebahagiaan, jauh di bawah Malaysia yang berada di urutan 64. Lebih jauh lagi bila dibandingkan dengan Singapura yang berada di urutan 34.
Adapun lima besar negara paling bahagia yakni Finlandia (urutan pertama), Denmark (2), Islandia (3), Swedia (4), dan Belanda (5). Filandia berada di urutan pertama daftar bergengsi itu selama delapan kali berturut-turut.
Finlandia juga unggul dalam hal kejujuran. Terkait seberapa sering tetangga mengembalikan dompet orang lain, Finlandia berada di urutan 3 dan urutan 2 pada seberapa sering polisi mengembalikan dompet orang lain.
Dalam hal tetangga mengembalikan dompet, Belanda urutan pertama. Dalam hal orang asing dan polisi mengembalikan dompet, Norwegia di urutan pertama.
Meski bukan termasuk negara paling bahagia, Indonesia punya catatan yang cukup menggembirakan dari The World Happines Report 2025. Dari survei yang dilakukan di 140 negara, Indonesia urutan pertama pada dua kategori: paling suka menyumbang dan kategori kerelawanan.
Tapi, soal kejujuran mengembalikan dompet milik orang lain, Indonesia justru masih tertinggal. Pada penilaian pengembalian dompet yang dilakukan tetangga, Indonesia urutan 73 dunia. Pengembalian dompet oleh orang asing, urutan 117, dan pengembalian dompet oleh polisi, urutan 54.(*)