Sport

Rotasi Guardiola Berbuah Kemenangan, City Paksa Arsenal Menunggu hingga Laga Terakhir untuk Juara

MENANG TELAK - Winger Antoine Semenyo memimpin Manchester City mengalahkan Crystal Palace 3-0 di pentas Liga Inggris, Kamis (14/5/2026) dini hari. (The Sun/Getty)

MANCHESTER, UNHAS.TV - Manchester City menjaga peluang dalam perburuan gelar Liga Primer Inggris setelah mengalahkan Crystal Palace 3-0, Kamis (14/5/2026) dini hari.

Tiga gol City dicetak Antoine Semenyo, Omar Marmoush, dan Savinho. Hasil itu membuat tim asuhan Pep Guardiola kembali menekan Arsenal di puncak klasemen.

Kemenangan tersebut membawa City hanya terpaut dua poin dari Arsenal dengan dua pertandingan tersisa. Arsenal masih menjadi favorit juara. Namun City memastikan persaingan belum selesai.

Mereka kini unggul atas Arsenal dalam selisih gol dan jumlah gol, meski masih kalah dalam perolehan angka yakni selisih dua angka.

Guardiola mengambil risiko besar dalam pertandingan ini. Ia tidak menurunkan Erling Haaland sebagai starter. Rayan Cherki dan Jeremy Doku juga memulai laga dari bangku cadangan.

Semenyo dipasang sebagai penyerang tengah. Keputusan itu terkait jadwal final Piala FA yang menanti City pada akhir pekan.

Guardiola sebelumnya mengakui gol West Ham ke gawang Arsenal yang dianulir ikut mempengaruhi hitungannya. Namun ia juga menekankan pentingnya menjaga kondisi skuad untuk laga final.

Bila City gagal menang, keputusan rotasi itu akan menjadi sorotan besar. Tetapi pilihan Guardiola kali ini berbuah hasil.

City tidak memulai laga dengan baik. Palace memperoleh peluang cepat pada menit-menit awal. Josko Gvardiol, yang baru kembali setelah empat bulan absen karena cedera patah kaki, langsung mendapat tekanan.

Winger Palace, Brennan Johnson berlari di belakang bek Kroasia itu, lalu mengirim umpan kepada Jean-Philippe Mateta.

Mateta sempat mendorong bola melewati garis gawang meski Gianluigi Donnarumma berusaha menepisnya. Namun asisten wasit kemudian mengangkat bendera. Johnson lebih dulu berada dalam posisi offside. City selamat dari kebobolan cepat.

Palace kembali mengancam melalui tembakan Johnson yang berbelok arah dan sundulan Chris Richards yang melambung tipis. City terlihat lamban. Umpan-umpan mereka banyak salah arah. Guardiola tampak gelisah di pinggir lapangan ketika hujan mengguyur stadion.

Butuh hampir 20 menit bagi City untuk benar-benar menguji pertahanan Palace. Rayan Ait-Nouri mendapat ruang setelah menerima umpan balik dari Marc Guehi, tetapi sepakannya hanya mengenai sisi jaring. Sampai setengah jam pertama, permainan City belum mengalir.

Perubahan terjadi pada menit ke-32. Phil Foden menerima bola dari Matheus Nunes. Ia lalu melepas umpan tumit tanpa melihat ke arah Semenyo.



Statistik Laga Man City vs Crystal Palace. (The Sun)


Umpan itu membelah pertahanan Palace. Semenyo masuk ke kotak penalti dan menempatkan bola ke sudut jauh gawang Dean Henderson.

Gol itu mengubah suasana pertandingan. City mulai lebih tenang. Palace tetap berbahaya saat melakukan serangan balik, tetapi tekanan tuan rumah meningkat. Foden menjadi pusat permainan City setelah sebelumnya sulit masuk ke ritme laga.

Lima menit sebelum turun minum, Foden kembali menjadi pembeda. Gvardiol mengirim bola lambung ke arah pergerakannya. Foden meneruskannya kepada Marmoush.

Penyerang Mesir itu berbalik badan dan melepaskan tembakan. Bola sempat mengenai Tyrick Mitchell sebelum mengecoh Henderson.

Gol kedua membuat bangku cadangan City tersenyum. Haaland dan pemain lain terlihat lega. City hampir menambah keunggulan lewat sundulan Gvardiol dari umpan Foden. Namun Henderson melakukan penyelamatan penting dan menjaga Palace tetap tertinggal dua gol saat jeda.

Permainan dalam Kendali Guardiola

>> Baca Selanjutnya