
Pelatih Man City Pep Guardiola terus memberikan tekanan pada Arsenal menjelang final Piala FA. (The Sun/Getty)
Di babak kedua, City tidak langsung menaikkan tempo. Mereka lebih banyak mengontrol bola. Palace tampak berhati-hati.
Oliver Glasner baru memasukkan Ismaila Sarr dan Adam Wharton ketika pertandingan sudah berada dalam kendali City. Keputusan itu membuat Palace kurang menggigit pada fase penting laga.
Guardiola kemudian memasukkan Doku pada setengah jam terakhir untuk mencari gol tambahan. Masuknya Sarr, Wharton, dan Jorgen Strand Larsen memberi Palace tenaga baru dalam tekanan tinggi. Namun City tetap mampu mengelola pertandingan.
Meski unggul dua gol, Guardiola belum sepenuhnya puas. Bahasa tubuhnya menunjukkan kekesalan terhadap sejumlah kesalahan sederhana. City beberapa kali kehilangan bola karena umpan tergesa-gesa. Mereka juga tidak selalu rapi saat membangun serangan dari tengah.
Gol ketiga akhirnya datang melalui Savinho. Cherki, yang baru masuk sebagai pemain pengganti, mengirim umpan terobosan ke kotak penalti.
Savinho menyambut bola dan menaklukkan Henderson. Gol itu menjadi gol Liga Primer pertama Savinho musim ini. Perayaan pemain Brasil itu menunjukkan arti besar gol tersebut.

Perburuan Gelar juara Liga Inggris musim 2025/2026 antara Arsenal dan Man City. (the Sun)
Kemenangan ini juga menjadi panggung penting bagi Foden. Ia mencatat dua assist dan tampil sebagai pemain paling berpengaruh di lapangan.
Musim ini Foden kerap mendapat kritik karena performanya menurun. Namun laga melawan Palace menunjukkan ia masih memiliki kualitas untuk menentukan pertandingan besar.
Penampilan Foden datang pada waktu yang sulit. Peluangnya masuk rencana Thomas Tuchel untuk Piala Dunia belum tentu terbuka kembali. Namun bagi City, kontribusinya cukup untuk menjaga tekanan terhadap Arsenal sampai pekan terakhir.
Palace pernah menghentikan ambisi City meraih trofi musim lalu lewat kemenangan di Piala FA. Kali ini, City membalas dengan hasil yang menjaga peluang mereka tetap hidup.
Wembley akan memberi City kesempatan memburu trofi lain pada akhir pekan. Gelar liga masih lebih sulit, tetapi belum tertutup.
Syaratnya sederhana. City harus menang pada dua laga tersisa dan berharap Arsenal tergelincir. Persaingan kini masuk pekan terakhir dengan tekanan kembali berada di pundak pemuncak klasemen, The Gunners. (*)








