News

RSGM Unhas Jadi RS Pertama Implementasikan One Click Claim ECOSYS



RSGM Unhas

Pada periode yang sama tahun 2026, jumlah SEP meningkat menjadi 39.405, sedangkan jumlah pending justru menurun menjadi 1.617, atau sekitar 4,10 persen.

Dengan demikian, ketika volume SEP meningkat sekitar 6,7 persen, jumlah pending menurun sekitar 24,4 persen, sedangkan tingkat pending turun dari 5,79 persen menjadi 4,10 persen. Secara relatif, pending rate turun sekitar 29,2 persen.

Data tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan klaim setelah implementasi ECOSYS. Namun RSGM Unhas tetap melakukan evaluasi karena perbaikan klaim juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti disiplin dokumentasi pelayanan, kualitas rekam medis, verifikasi internal dan kompetensi tim Casemix.

Evaluasi berikutnya juga perlu memisahkan kinerja klaim rawat jalan dan rawat inap serta mencatat dispute claim secara khusus agar dampak implementasi sistem dapat dinilai semakin objektif.

Tidak Hanya Cepat, tetapi Juga Memperkuat Governance

Keunggulan lain ECOSYS adalah tersedianya audit trail melalui Status Log. Fitur tersebut mencatat status dokumen, aktivitas yang dilakukan, tanggal dan waktu, serta pengguna yang melakukan validasi.

Dengan demikian, rumah sakit dapat mengetahui siapa yang melakukan suatu proses, kapan dilakukan, dan perubahan status apa yang terjadi pada dokumen klaim.

Audit trail menjadi penting dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, evaluasi kinerja, pengawasan internal, penelusuran kesalahan dan penguatan tata kelola proses klaim.

ECOSYS juga memiliki fitur komunikasi yang dapat membantu koordinasi antarunit dalam menindaklanjuti kelengkapan berkas.

Dengan demikian, transformasi yang dibangun bukan sekadar: paper/manual process → digital process tetapi berkembang menjadi: integrated → traceable → accountable claim management.

Data Tetap Berada dalam Penguasaan RSGM Unhas

Aspek keamanan dan penguasaan data juga menjadi perhatian penting.

Data pasien dan dokumen pelayanan tetap tersimpan pada server internal RSGM Unhas. ECOSYS mengakses data yang diperlukan melalui web service sehingga rumah sakit tetap mengendalikan sumber dan penyimpanan data.

Pengamanan sistem perlu terus didukung melalui autentikasi web service, pembatasan hak akses berdasarkan kewenangan, enkripsi koneksi, pembatasan alamat IP, pencatatan aktivitas pengguna, backup dan recovery data, serta pengaturan pemanfaatan data.

Hal ini penting karena transformasi digital rumah sakit harus berjalan seiring dengan perlindungan kerahasiaan dan keamanan data pasien.

Menjadi Pengguna Pertama

Hal yang membuat implementasi ini berbeda adalah posisi RSGM Unhas yang bukan hanya menjadi pengguna.

Berdasarkan dokumen implementasi, RSGM Unhas merupakan rumah sakit pertama yang menggunakan One Click Claim ECOSYS sekaligus berperan dalam merancang konsep, alur kerja dan kebutuhan aplikasi berdasarkan proses klaim BPJS di rumah sakit.

Dengan demikian, RSGM Unhas dapat berperan sebagai living laboratory dalam pengembangan inovasi digital pengelolaan klaim rumah sakit.

Pengalaman tersebut juga membuka peluang bagi RSGM Unhas untuk membangun model implementasi yang dapat dipelajari oleh rumah sakit lain.

Dokumen implementasi menyebut RSGM Unhas sebagai Center of Excellence dan rumah sakit rujukan implementasi Ecosys Claim di Indonesia, dengan pengalaman implementasinya berpotensi menjadi studi kasus dan dasar penerapan di rumah sakit lain.

Transformasi Digital RSGM Unhas

Direktur RSGM Unhas, drg. Andi Tajrin, M.Kes., Sp.B.M.M., Subsp.C.O.M (K), menilai inovasi digital di rumah sakit tidak boleh berhenti pada perubahan dari proses manual menjadi elektronik, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap pelayanan, produktivitas, tata kelola dan keberlanjutan rumah sakit.

“Transformasi digital bukan sekadar mengganti pekerjaan manual menjadi aplikasi. Teknologi harus mampu menyederhanakan proses, meningkatkan produktivitas, mengurangi risiko kesalahan, memperkuat tata kelola, dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi pasien serta keberlanjutan rumah sakit. ECOSYS menjadi salah satu inovasi yang kami kembangkan bersama untuk menjawab kebutuhan tersebut dalam pengelolaan klaim BPJS.”

RSGM Unhas juga menempatkan implementasi ECOSYS sebagai bagian dari pengembangan ekosistem digital rumah sakit yang lebih luas.

Dengan integrasi tersebut, data pelayanan tidak berhenti sebagai dokumen administratif, tetapi dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan mutu, efisiensi dan pengambilan keputusan manajemen.

Dari Inovasi Lokal Menuju Model yang Dapat Direplikasi

Sebagai pengguna pertama, RSGM Unhas memiliki kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk terus melakukan evaluasi terhadap ECOSYS.

Tahap selanjutnya adalah mengukur secara lebih komprehensif dampaknya terhadap waktu proses klaim, produktivitas coder, kelengkapan dokumen, pending claim, dispute claim, rejection rate, cost per claim, waktu pembayaran, serta return on investment.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan ECOSYS tidak hanya dinilai berdasarkan kemampuan teknologi, tetapi berdasarkan outcome operasional dan finansial yang terukur.

Pengalaman RSGM Unhas juga berpotensi dikembangkan menjadi studi implementasi dan operational research sehingga inovasi yang lahir dari kebutuhan rumah sakit dapat menghasilkan bukti ilmiah serta model yang dapat direplikasi.

Inovasi untuk Pelayanan yang Lebih Efisien dan Berkelanjutan

Implementasi One Click Claim ECOSYS menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat berangkat dari persoalan nyata di lapangan.

Proses yang sebelumnya membutuhkan pencarian dokumen, download file, penyusunan folder dan perpindahan antar-aplikasi secara berulang mulai diarahkan menjadi satu workflow digital yang terintegrasi.

Hasil awal menunjukkan sinyal positif: volume SEP meningkat 6,7 persen, sementara jumlah pending menurun 24,4 persen dan pending rate turun dari 5,79 persen menjadi 4,10 persen.

Lebih dari sekadar teknologi, ECOSYS menunjukkan arah baru pengelolaan klaim di RSGM Unhas:

“One Click Claim ECOSYS: dari fragmented claim process menuju integrated, efficient, traceable, and accountable digital claim management.”

Melalui inovasi tersebut, RSGM Universitas Hasanuddin memperkuat komitmennya untuk terus mengembangkan rumah sakit pendidikan yang tidak hanya unggul dalam pelayanan, pendidikan dan penelitian, tetapi juga adaptif terhadap transformasi digital serta mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi sistem pelayanan kesehatan.