UNHAS.TV - Di balik selempang biru bertuliskan Daeng Kota Makassar 2025, berdiri seorang pemuda berperawakan ramping dengan senyum khas Bugis. Namanya Andi Fauzan Akbar, mahasiswa semester tiga Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin.
Usianya baru menginjak 19 tahun, namun sederet prestasi sudah melekat pada dirinya: pernah dinobatkan sebagai Duta Santri 2023, alumni terbaik Madrasah Aliyah Ummus Sabri Kendari 2024, dan kini menjadi duta wisata bergengsi Kota Daeng.
“Awalnya saya hanya ingin menambah pengalaman di luar akademik. Tak pernah menyangka bisa sampai ke tahap ini,” ujar Fauzan kepada Unhas TV beberapa waktu lalu, matanya berbinar.
Perjalanan Fauzan menuju dunia akademik tinggi bermula dari bangku madrasah. Ia dikenal sebagai siswa “ambis”—sebutan populer untuk murid yang sangat ambisius dalam belajar.
Julukan itu bukan tanpa alasan. Ketika teman-temannya pulang sore setelah kegiatan sekolah, Fauzan sering memilih menghabiskan malam di ruang kelas untuk mempersiapkan lomba sains. “Padahal saya bukan santri mondok. Tapi sering tidur di sekolah demi belajar,” katanya terkekeh.
Di MA Ummus Sabri, Fauzan menonjol dalam bidang Matematika dan Sains. Ia kerap mengikuti lomba kompetisi sains madrasah hingga tingkat provinsi.
Bakat itulah yang mengantarnya menjadi lulusan terbaik 2024. Namun prestasi akademik bukan satu-satunya pijakan.
Ia juga terpilih sebagai Duta Santri 2023, gelar yang mengajarkan nilai-nilai integritas, keberanian, hingga public speaking. “Duta itu bukan hanya soal penampilan, tapi juga soal teladan. Harus punya brain, beauty, dan brave,” ujarnya.
Ketika lulus, Fauzan dihadapkan pada pilihan besar, melanjutkan minat sainsnya ke jurusan yang mana. Banyak yang mengira ia akan mengambil kedokteran umum, farmasi, atau teknik. Namun pilihannya jatuh pada Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, pilihan utama, bukan cadangan.
“Sejak kecil saya penakut. Takut gelap, takut mayat,” ujarnya blak-blakan. “Tapi saya ingin dekat dengan masyarakat lewat profesi medis, dengan fokus lebih spesifik. Kedokteran gigi memberi ruang itu.”
Pilihan itu terbukti menantang. Di semester awal, ia sudah dihadapkan dengan praktikum anatomi dan harus berhadapan langsung dengan cadaver manusia. “Itu terapi terbaik untuk menghilangkan rasa takut,” ucapnya, terkekeh.
Masuk FKG Unhas lewat jalur SNBP, Fauzan merasa berada di lingkungan yang sepadan. Jika di madrasah ia dikenal sebagai satu-satunya “ambis”, di kampus justru ia bertemu dengan banyak mahasiswa serupa. “Di sini semua orang ambis. Itu positif karena membuat saya terpacu,” katanya.
Kesibukan kuliah dan praktikum, membuat mahasiswa FKG jarang terlibat kegiatan luar kampus. Namun saat libur semester, Fauzan melihat peluang.
Ia pun mendaftar Pemilihan Dara Daeng Kota Makassar 2025. Ajang tahunan bergengsi yang melahirkan duta-duta wisata Sulawesi Selatan.
Selempang Daeng di Kota Anging Mammiri
>> Baca Selanjutnya