UNHAS.TV - Hidup yang serba cepat cenderung membuat seseorang lebih menyukai makan sendirian daripada berkelompok. Selain hemat waktu, makan sendirian seringkali berarti lepas dari urusan orang lain yang mungkin punya masalah hidup yang akan diceritakan selama makan.
Namun, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Xinyi Wang dan rekan=rekannya dari Pusat Perlindungan dan Penanganan Penyakit Provinsi Zhejian, China, menemukan bahwa makan bersama punya banyak manfaat.
Xinyi Wang dan kawan-kawannya melibatkan 9.361 perempuan berusia 60 tahun ke atas pada penelitian itu. Dari penelitian itu, ditemukan hasil bahwa makan bersama punya pengaruh pada kesehatan mental seseorang.
Tim peneliti menemukan fakta unik dari kebiasaan makan bersama yang dilakukan responden. De Neve yang ikut terlibat pada penelitian itu menemukan bahwa semakin sering orang makan bersama orang lain, semakin tinggi skor mereka pada ukuran standar kesehatan emosional, dengan konsistensi yang cukup mencengangkan.
Fakta lainnya, mereka yang memiliki kesejahteraan layak dan status pekerjaan yang stabil, punya kebiasaan makan bersama dan merasakan kepuasan dalam hidup mereka.
Hasil penelitian ini memiliki kemiripan pada hasil penelitian di Jepang pada 2025 yang menemukan bahwa mereka yang suka makan sendirian mengalami penurunan jumlah volume otak di daerah-daerah penting yang terkait dengan fungsi kognitif seperti pada daerah medial temporal lobe dan hippocampus. Mereka yang cenderung makan bersama, juga terhindar mengalami kondisi dementia.
Dalam bukunya yang berjudul Friends, Robin Dunbar – seorang antropolog biologi di Universitas Oxford – berpendapat bahwa makan secara alami memicu sistem endorfin, yaitu zat kimia yang membuat kita merasa senang dan bahagia. Hal ini dapat memperkuat ikatan yang terjalin saat makan bersama, sehingga kita merasakan peningkatan rasa keterhubungan.
Menariknya, kehadiran orang lain dapat meningkatkan kenikmatan makanan itu sendiri. Serangkaian studi yang dilakukan oleh Erica Boothby di Universitas Pennsylvania menemukan bahwa orang yang makan cokelat ditemani orang lain cenderung merasa rasa cokelat itu jauh lebih enak.(*)
Makan bersama. Ilustrasi: X Grok







-300x169.webp)
