News

Segera, Peluncuran Buku IKAIE: Dari Jusuf Kalla Hingga Eka Sastra

undefined

MAKASSAR, UNHAS.TV – Ikatan Keluarga Alumni Ilmu Ekonomi (IKAIE) Universitas Hasanuddin akan menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan peluncuran buku Jalan Baru Ekonomi Indonesia.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 April 2025 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (FEB Unhas).

Sekretaris Jenderal IKAIE, Laode Muh. Said Lutsfi, menjelaskan bahwa momentum halal bihalal dipilih bukan hanya sebagai ajang silaturahmi alumni, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat tradisi intelektual di lingkungan alumni Fakultas Ekonomi Unhas.

Demi mematangkan rencana itu, pengurus IKAIE menggelar rapat konsolidasi halal bihalal dan peluncuran buku di kantor Unhas TV, Makassar, Sabtu (15/3/2025). Rapat itu dipimpin Ketum IKAIE Eka Sastra.

Menurut Laode, halal bihalal tidak sekadar pertemuan biasa, namun diharapkan bisa menjadi forum yang mempertemukan gagasan, pengalaman praktis, dan refleksi akademik dalam membaca arah pembangunan ekonomi Indonesia.

“Halal bihalal ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi alumni, tetapi juga momentum intelektual untuk berdiskusi tentang masa depan ekonomi Indonesia. Peluncuran buku Jalan Baru Ekonomi Indonesia menjadi bagian dari upaya itu,” ujarnya.


Rapat Koordinasi IKAIE di kantor Unhas TV

Ia menambahkan, buku tersebut lahir dari kegelisahan intelektual para akademisi dan alumni terhadap arah pembangunan ekonomi nasional yang dinilai masih menghadapi berbagai persoalan struktural.

Buku Jalan Baru Ekonomi Indonesia dieditori oleh Dr. Eka Sastra dan diterbitkan oleh Unhas Press, dengan pengantar dari M. Jusuf Kalla, tokoh nasional yang juga merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Unhas. Buku ini adalah output dari diskusi yang digelar IKAIE pada Desember 2025 lalu.

Buku ini merupakan kumpulan pemikiran dari sejumlah akademisi ekonomi yang mencoba membaca ulang fondasi pembangunan ekonomi Indonesia sekaligus menawarkan alternatif pendekatan baru. 

Di antara penulis yang berkontribusi dalam buku ini antara lain Prof. Abd. Hamid Paddu, Prof. Sukri, Prof. Wassiaturrahma, Dr. Tadjuddin Parenta, Prof. Anas Iswanto Anwar, Prof. Marsuki, Syamsul Anam, Prof. Nursini, A. M. Sallatu, Taslim Arifin, dan Eka Sastra.

Secara garis besar, buku ini menyoroti sejumlah persoalan mendasar dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Salah satu kritik utama yang disampaikan adalah bahwa stabilitas makroekonomi yang selama ini dijaga belum sepenuhnya mampu mendorong transformasi struktural yang kuat dalam perekonomian nasional. 

Para penulis juga menyoroti risiko middle income trap, yakni kondisi ketika suatu negara berhasil mencapai tingkat pendapatan menengah tetapi gagal melakukan lompatan menuju negara maju.

Dalam konteks Indonesia, pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran lima persen dinilai belum cukup untuk mendorong peningkatan produktivitas dan transformasi industri secara signifikan. 

Selain itu, buku ini menawarkan sejumlah gagasan penting, antara lain perlunya meninggalkan pendekatan pembangunan yang bersifat seragam dan terpusat, serta membuka ruang bagi strategi pembangunan yang lebih kontekstual dan berbasis kekuatan daerah.

Pendekatan ini menekankan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia tidak dapat lagi bergantung pada satu resep kebijakan tunggal, melainkan memerlukan strategi yang lebih beragam, adaptif, dan berpijak pada karakteristik ekonomi daerah.

Dengan peluncuran buku tersebut, IKAIE Unhas berharap diskusi mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia dapat semakin berkembang di kalangan akademisi, mahasiswa, maupun para pengambil kebijakan.

“Kami berharap buku ini menjadi pemantik dialog intelektual yang lebih luas tentang masa depan ekonomi Indonesia,” kata Laode Muh. Said Lutsfi.

Kegiatan halal bihalal dan peluncuran buku ini juga direncanakan dihadiri oleh alumni, akademisi, mahasiswa, serta sejumlah tokoh ekonomi yang memiliki perhatian terhadap arah pembangunan nasional.