.webp)
YUDISIUM - Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas), Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD memimpin Yudisium Program Magister (S2) dan Doktor (S3) SPs Unhas yang berlangsung di Aula Prof Dr Ir Fachruddin Sekolah Pascasarjana Unhas, Senin (7/9/2026). (Unhas TV/Mustika Syaharuddin)
Dr Iqbal Samad Suhaeb SE MT, selaku perwakilan IKA Sekolah Pascasarjana Unhas, yang juga merupakan mantan Penjabat Wali Kota Makassar periode 2019–2020 serta Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Sulawesi Selatan, menyampaikan bahwa alumni memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi.
Menurutnya, IKA Pascasarjana Unhas berupaya menghimpun kompetensi dan keahlian para alumni dari berbagai latar belakang untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas.
“Pada dasarnya, kami pengurus IKA Pascasarjana berusaha menghimpun semua potensi-potensi yang ada, berusaha mencatat apa kompetensi-kompetensi mereka, apa keahlian-keahlian mereka, dan kita bisa berkolaborasi bersama untuk meningkatkan kualitas. Dan tentu saja yang paling penting adalah pengabdian kita kepada masyarakat,” jelas Iqbal.
Ia menilai keberagaman latar belakang alumni Pascasarjana Unhas menjadi kekuatan yang dapat dikembangkan melalui jejaring dan kolaborasi.
“Sebab kita tahu, IKA Pascasarjana itu biasanya dari berbagai daerah, dari berbagai latar belakang, sehingga memang diperlukan upaya-upaya supaya bisa menggerakkan potensi-potensinya,” lanjutnya.
Penguatan jejaring alumni tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi lulusan untuk tetap terhubung dengan almamater serta saling mendukung dalam perjalanan profesional.
Salah satu lulusan berprestasi, AKBP Fantry Taherong, mahasiswa Program Magister Kriminologi Sekolah Pascasarjana Unhas yang juga Kapolres Sidrap, menyampaikan bahwa tantangan terbesar selama menempuh pendidikan adalah membagi waktu antara pekerjaan dan perkuliahan.
“Tantangannya menurut saya sangat luar biasa. Karena yang pertama saya bekerja, kemudian saya juga harus berkuliah,” ujar Fantry.
Ia bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan tersebut dan menjadikan pengalaman selama menempuh studi sebagai proses pengembangan diri.
Fantry juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang masih menjalani pendidikan agar tetap memiliki komitmen dalam menyelesaikan proses akademik.
“Pesan saya, tetap semangat, jangan lupa berdoa, dan selesaikan apa yang sudah kita mulai,” katanya.
Melalui Yudisium Program Magister dan Doktor Sekolah Pascasarjana Unhas, sebanyak 66 lulusan resmi memasuki fase baru untuk membawa ilmu dan hasil penelitian ke lingkungan profesional maupun masyarakat.
Dengan penguatan kualitas riset, implementasi hasil penelitian, serta pembangunan jejaring alumni, Sekolah Pascasarjana Unhas terus berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
-300x169.webp)





-300x144.webp)

