MAKASSAR, UNHAS.TV - Pendidikan pascasarjana tidak hanya menjadi jenjang lanjutan akademik, tetapi juga menjadi ruang untuk menghasilkan riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Yudisium Program Magister (S2) dan Doktor (S3) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Hasanuddin (Unhas) yang berlangsung di Aula Prof Dr Ir Fachruddin, SPs Unhas, Senin (7/9/2026).
Pada periode ini, Sekolah Pascasarjana Unhas mengukuhkan 66 lulusan, terdiri atas 56 lulusan program magister (S2) dan 10 lulusan program doktor (S3).
Yudisium ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk memasuki tahap baru sebagai akademisi, peneliti, maupun profesional yang siap mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa studi.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi penanda penyelesaian pendidikan, tetapi juga menjadi penguatan komitmen Sekolah Pascasarjana Unhas dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kualitas akademik sekaligus mampu menghadirkan manfaat melalui hasil penelitian.
Dekan SPs Unhas Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD., menyampaikan bahwa salah satu perhatian utama dalam pendidikan pascasarjana adalah memastikan mahasiswa menghasilkan publikasi ilmiah melalui jurnal yang kredibel.
.webp)
YUDISIUM - Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas), Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD memimpin Yudisium Program Magister (S2) dan Doktor (S3) SPs Unhas yang berlangsung di Aula Prof Dr Ir Fachruddin Sekolah Pascasarjana Unhas, Senin (7/9/2026). (Unhas TV/Mustika Syaharuddin)
Menurutnya, mahasiswa program magister dan doktor tidak hanya dituntut menyelesaikan penelitian sebagai syarat akademik, tetapi juga harus memastikan karya ilmiah yang dihasilkan memenuhi standar publikasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Salah satu syarat utama dan ini yang menjadi kontrol kami selaku dekan, pimpinan di Sekolah Pascasarjana adalah bagaimana mahasiswa, baik mahasiswa S2 dan program S3 ini untuk benar-benar mempublikasi pada jurnal yang benar,” ujar Sukri.
Ia menjelaskan bahwa mahasiswa perlu lebih selektif dalam memilih jurnal publikasi karena saat ini terdapat berbagai jurnal yang tidak memenuhi standar akademik.
Selain kualitas publikasi, Sekolah Pascasarjana Unhas juga menekankan pentingnya agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang lebih penting adalah bagaimana hasil-hasil riset yang dilakukan ini atau hasil-hasil daripada publikasi dari sebuah tulisan ini bisa dimanfaatkan di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Menurut Sukri, hasil penelitian mahasiswa ke depan perlu diarahkan agar dapat dikembangkan menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat sehingga ilmu yang dihasilkan mampu menjawab berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Salah satu contoh penerapan riset tersebut ditunjukkan oleh Rika Wahyuni Rusti Annisa, mahasiswa berprestasi Program Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Unhas.
Dalam penelitian disertasinya, Rika mengembangkan inovasi pengolahan limbah pertanian menjadi material yang dapat dimanfaatkan untuk menangani permasalahan lingkungan, khususnya limbah air tambang.
“Disertasinya itu bercerita tentang pengolahan limbah dari limbah pertanian, itu ingin dibuat bagaimana caranya mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang dapat memberikan manfaat,” ungkap Rika.
Ia menjelaskan bahwa penelitian tersebut menghasilkan adsorben berbasis kombinasi biochar dan biopolimer yang digunakan untuk menyerap limbah air tambang.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar selama menyelesaikan pendidikan doktoral adalah proses publikasi ilmiah yang membutuhkan ketelitian dan konsistensi.
“Tantangannya sendiri itu adalah ketika penulisan artikel jurnal, karena ada review yang berkali-kali ditolak, ada penulisan yang harus sesuai dengan template dan sebagainya,” ujarnya.
Namun, ia menilai penelitian yang telah dilakukan tidak seharusnya berhenti setelah proses kelulusan, melainkan perlu terus dikembangkan agar memberikan dampak bagi masyarakat.
“Ke depannya sebenarnya harus diimplementasikan, karena masalah lingkungan sendiri termasuk masalah krusial. Jadi kita harus implementasikan apa yang sudah kita temukan,” tambahnya.
Selain penguatan kualitas riset, keberlanjutan hubungan antara lulusan dan almamater juga menjadi perhatian melalui pengembangan jejaring alumni.
Potensi Besar Lewat Kolaborasi
>> Baca Selanjutnya
YUDISIUM - Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas), Prof Sukri Palutturi SKM MKes MScPH PhD memimpin Yudisium Program Magister (S2) dan Doktor (S3) SPs Unhas yang berlangsung di Aula Prof Dr Ir Fachruddin Sekolah Pascasarjana Unhas, Senin (7/9/2026). (Unhas TV/Mustika Syaharuddin)
-300x169.webp)


-300x200.webp)




