
Boom Supersonic menembus batas kecepatan suara dalam uji terbang bersejarah. Credit: Flying Magazine
Masa Depan Penerbangan Supersonik
Boom Supersonic, yang berbasis di Colorado, memiliki misi menghidupkan kembali penerbangan komersial supersonik, sesuatu yang terakhir dilakukan oleh Concorde sebelum dipensiunkan pada 2003. Dengan keberhasilan XB-1, perusahaan semakin percaya diri dalam mengembangkan Overture.
Scholl mengungkapkan bahwa desain akhir Overture akan dikunci dalam beberapa minggu ke depan, sementara mesin Symphony yang akan digunakan pesawat ini dijadwalkan memasuki tahap pengembangan lebih lanjut bulan depan.
Targetnya, Boom akan mulai menguji daya dorong mesin pada akhir tahun ini, memulai produksi pertama Overture dalam 18 bulan, dan meluncurkannya dalam waktu tiga tahun. "Pesawat ini akan mengudara dalam waktu kurang dari empat tahun dan siap membawa penumpang pada akhir 2029," kata Scholl optimis.
Keberhasilan XB-1 dalam menembus kecepatan suara tanpa ledakan yang terdengar dari daratan menjadi faktor kunci dalam menghidupkan kembali penerbangan supersonik komersial. Seperti dijelaskan Scholl dan Sheryka, ada batas ketinggian tertentu (cutoff altitude) yang mencegah gelombang ledakan suara mencapai tanah. Pada penerbangan Senin, batas itu berada di ketinggian sekitar 7.000 kaki (2.134 meter).
"Di bawah ketinggian itu, Anda tidak akan mendengar apapun," jelas Nick Sheryka, Principal Engineer, Flight Test di Boom Supersonic.
Dengan teknologi ini, penerbangan supersonik di masa depan bisa menjadi kenyataan—tanpa gangguan ledakan suara yang selama ini menjadi hambatan utama. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, dunia akan segera menyambut kembali era pesawat penumpang supersonik yang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih ramah lingkungan. (*)