MAKASSAR, UNHAS.TV – Proses seleksi Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika (Hadin) Universitas Hasanuddin terus berjalan. Setelah masa pendaftaran ditutup dan seleksi administrasi dilakukan, para kandidat kini bersiap memasuki tahapan uji kompetensi dan psikologi sebagai bagian dari proses penjaringan calon pemimpin holding company Universitas Hasanuddin.
Ketua Tim Seleksi Direksi Hadin, Dr. Eka Sastra, mengatakan bahwa pemilihan Direktur Utama merupakan tahap awal dalam pembentukan struktur kepemimpinan Hadin sebagai holding company yang akan mengelola berbagai unit usaha Universitas Hasanuddin.
“Untuk saat ini kita memilih Direktur Utama terlebih dahulu. Setelah penyusunan road map rampung pada akhir bulan ini, maka proses berikutnya adalah pembentukan formasi Board of Directors (BOD) lainnya yang akan melengkapi struktur kepemimpinan Hadin,” kata Eka Sastra di Jakarta, Senin (1/6/2025).
Menurutnya, keberadaan Direktur Utama menjadi fondasi penting sebelum perusahaan melengkapi jajaran direksi yang akan bertanggung jawab pada berbagai fungsi strategis bisnis dan pengelolaan holding.
Saat ini, seleksi Direktur Utama telah memasuki tahapan persiapan uji kompetensi dan psikologi. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti assessment center oleh lembaga independen, tes kepribadian dan kepemimpinan, leaderless group discussion, serta in-basket exercise sebagai bagian dari proses penilaian kompetensi.
Selain menjalankan proses seleksi direksi, Tim Penyusun Peta Jalan Hadin juga terus bekerja menyusun arah pengembangan bisnis perusahaan. Eka menjelaskan bahwa penyusunan road map dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling terkait.
“Penyusunan road map dibagi ke dalam beberapa fase, mulai dari assets mapping, penyusunan portofolio bisnis, perancangan struktur holding, hingga penyusunan tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG),” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tahap pemetaan aset (assets mapping) telah selesai dilakukan. Saat ini tim memasuki tahap penyusunan portofolio bisnis yang akan menjadi dasar pengembangan usaha Hadin pada masa mendatang.
Studi Banding
Sebagai bagian dari proses tersebut, Universitas Hasanuddin melakukan studi banding ke sejumlah perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) yang dinilai berhasil mengelola badan usaha universitas secara profesional.

Tim akan melakukan benchmarking ke enam perguruan tinggi, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Brawijaya.
Kunjungan tersebut difokuskan pada pengelolaan badan usaha PTNBH, model holding company, tata kelola korporasi, serta strategi pengembangan portofolio bisnis universitas.
Benchmarking ke UGM, IPB, dan ITB dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Juni 2026, sementara kunjungan ke UNAIR, ITS, dan Universitas Brawijaya juga dilaksanakan pada periode yang sama melalui pertemuan dan diskusi langsung dengan pengelola badan usaha di masing-masing kampus.
Menurut Eka Sastra, pengalaman enam perguruan tinggi tersebut akan menjadi referensi penting dalam merancang model bisnis Hadin yang sesuai dengan karakter dan potensi Universitas Hasanuddin.
“Kami ingin memastikan bahwa Hadin dibangun berdasarkan praktik-praktik terbaik yang telah terbukti berhasil di berbagai PTNBH. Hasil benchmarking ini akan menjadi bahan penting dalam penyusunan portofolio bisnis dan tata kelola perusahaan yang profesional,” katanya.
PT Hadin Metavisi Akademika diproyeksikan menjadi holding company yang mengintegrasikan seluruh potensi bisnis Universitas Hasanuddin, sekaligus berfungsi sebagai penghubung antara kekuatan akademik, riset, inovasi, dan kebutuhan dunia industri.
Dengan penyusunan road map yang sedang berjalan serta proses seleksi direksi yang terus berlanjut, Hadin diharapkan segera memiliki fondasi kelembagaan yang kuat untuk mendukung transformasi ekonomi Universitas Hasanuddin di masa depan.








