Ekonomi
Karier

Siapa Sosok Rusdi Mardan? Eksekutif Korporasi yang Dipercaya Memimpin Transformasi Hadin

Rusdi Mardan - Direktur Utama PT Hadin Metavisi Akademika Terpilih Periode 2026-2030. (Dok Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - PT Hadin Metavisi Akademika atau Hadin memasuki babak baru setelah Rusdi Mardan dipercaya menjadi Direktur Utama.

Alumni Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) itu datang dengan bekal panjang dari dunia korporasi nasional.

Ia membawa agenda transformasi bisnis kampus, dengan target menjadikan Hadin sebagai holding company ekosistem kampus terdepan di Indonesia pada 2030.

Rusdi bukan figur baru dalam pengelolaan bisnis berskala besar. Sebelum memasuki masa pensiun pada tahun 2026 ini, ia menjabat Senior Vice President dan District Operations Head Wilayah Kalimantan Sulawesi Maluku Papua (Kalisumapa) PT Indosat Tbk.

Di perusahaan telekomunikasi itu, ia juga pernah menduduki posisi Senior Vice President Head of Sales Sulawesi.

Dua jabatan itu menempatkannya dalam wilayah kerja strategis yang menuntut kemampuan membaca pasar, mengelola jaringan penjualan, dan menjaga kinerja operasi lintas daerah.

Jejak profesional Rusdi terbentang lebih dari 35 tahun. Ia pernah menjadi General Manager dan Regional Sales Head Hutchison 3 Indonesia selama lebih dari 13 tahun.

Sebelumnya, ia mengisi posisi National Sales Development Director Danone Aqua, Regional Sales Manager Astro, serta sejumlah posisi manajerial di British American Tobacco di berbagai wilayah Indonesia.

Pengalaman panjang itulah yang menjadi salah satu dasar masuknya Rusdi mengikuti proses seleksi sebagai pimpinan Hadin --holding perusahaan Unhas yang kini telah berjalan lima tahun.

Dalam pemaparan visi dan misi, Rusdi menawarkan tiga prioritas utama. Ia menyebut stabilisasi keuangan, transformasi ekosistem bisnis kampus, dan pertumbuhan berkelanjutan sebagai pekerjaan awal yang harus segera dilakukan.

Menurut dia, Hadin perlu lebih dulu menata unit usaha yang belum memberi kinerja optimal sebelum melangkah ke ekspansi bisnis yang lebih agresif.

“Dalam 12 bulan pertama kita harus memastikan bisnis yang merugi dapat disehatkan. Kita ingin Hadin memiliki fondasi keuangan yang kuat sebelum masuk ke fase ekspansi,” ujar Rusdi dikutip dari presentasi visi dan misi di Unhas TV.

Rusdi menilai Unhas memiliki modal besar yang belum digarap penuh. Kampus itu memiliki lebih dari 60 ribu sivitas akademika.

Menurut alumni Unhas angkatan 1989 itu, jumlah tersebut merupakan captive market yang dapat menjadi basis pertumbuhan Hadin bila dikelola dengan sistem bisnis yang terintegrasi.

Karena itu, Rusdi mengusulkan pembangunan ekosistem digital melalui super app yang menghubungkan seluruh unit bisnis Hadin dalam satu platform.

Melalui platform itu, Hadin diharapkan dapat menyatukan layanan, data, transaksi, dan kebutuhan warga kampus. Rusdi melihat integrasi digital sebagai jalan untuk memperbaiki efisiensi sekaligus memperluas akses pasar internal.

Ia menilai unit usaha kampus tidak cukup hanya berjalan sendiri-sendiri. Setiap lini harus saling terhubung agar nilai ekonominya meningkat dan pengambilan keputusan lebih cepat.

Holding Company Kampus Terdepan

>> Baca Selanjutnya