Pendidikan

SPs Unhas Perkuat Kompetensi Genetika Lewat Kolaborasi dengan University of Antwerp

ANALISIS DNA - Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) menghadirkan Natalie Van Houtte dari University of Antwerp, Belgia, Selasa (20/10/2026). Kehadiran Natalie untuk berbagi teknik analisis DNA dan pengelolaan laboratorium melalui pelatihan serta kuliah tamu guna memperkuat kompetensi penelitian genetika. (Dok Humas SPs Unhas)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (SPs Unhas) menghadirkan Natalie Van Houtte, manajer laboratorium University of Antwerp, Belgia, Selasa (20/10/2026).

Kehadiran Natalie Van Houtte untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dan dosen muda dalam analisis DNA serta pengelolaan laboratorium. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengembangan kerja sama akademik dan penelitian antara kedua institusi.

Natalie hadir atas undangan Dekan SPs Unhas, Prof Sukri Palutturi. Kegiatan tersebut berkaitan dengan kolaborasi penelitian yang melibatkan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan SPs Unhas Prof Nadiarti Nurdin Kadir, serta peneliti dari University of Antwerp.

Dalam kunjungan tersebut, Natalie dijadwalkan memberikan pelatihan teknis dasar analisis DNA kepada mahasiswa dan dosen muda yang menekuni bidang genetika hewan, khususnya ikan.

Pelatihan ini dirancang untuk memperkenalkan prinsip analisis DNA sekaligus memberikan pemahaman mengenai praktik kerja laboratorium yang menunjang penelitian molekuler.

Prof Nadiarti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya memperluas manfaat kerja sama internasional melalui peningkatan kapasitas akademisi muda. Menurut dia, penguasaan teknik analisis DNA dapat menjadi bekal bagi pengembangan penelitian biodiversitas dan sumber daya perairan.

“Penguasaan teknik dasar analisis DNA menjadi bekal penting untuk mengembangkan penelitian biodiversitas dan sumber daya perairan,” ujar Nadiarti.

Selain pelatihan teknis, Natalie akan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan laboratorium secara profesional. Materi ini mencakup aspek tata kelola yang mendukung pelaksanaan penelitian secara tertib, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nadiarti menilai pengembangan penelitian berbasis DNA perlu disertai peningkatan keterampilan teknis dan penguatan sistem pengelolaan laboratorium.

Kedua aspek tersebut diperlukan untuk mendukung kesiapan peneliti muda dalam menjalankan penelitian genetika, terutama pada ikan dan organisme perairan lainnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Natalie dijadwalkan memberikan kuliah tamu di SPs Unhas pada 23 Oktober 2026. Forum tersebut akan menjadi ruang diskusi dan pertukaran pengetahuan mengenai analisis DNA serta pengelolaan laboratorium.

SPs Unhas berharap kunjungan ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut menjadi pengembangan penelitian bersama.

Kolaborasi dengan University of Antwerp diharapkan membuka peluang pertukaran keahlian dan memperkuat kapasitas peneliti dalam mengembangkan kajian genetika serta biodiversitas perairan.

Kerja sama tersebut juga menjadi salah satu upaya SPs Unhas memperluas jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan dukungan terhadap penelitian berbasis molekuler. (*)