
TANGGUH BENCANA - Srikandi PLN UID Sulselrabar menggelar kegiatan bertajuk “Perempuan Tangguh Bencana” di Kantor PLN UID Sulselrabar, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Srikandi Movement 2026 dengan mengusung tema Empowering Women, Strengthening Community Resilience. (Dok PLN UID Sulselrabar)
Pada kesempatan yang sama General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa Srikandi PLN merupakan bagian dari kekuatan utama perusahaan yang berkontribusi dalam pelayanan pelanggan, operasional teknik, hingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
“Srikandi PLN telah membuktikan bahwa ketangguhan dan empati perempuan menjadi nilai tambah bagi perusahaan, termasuk dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kami meyakini bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana karena perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama,” kata Edyansyah.
Edyansyah berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Seluruh peserta diharapkan dapat meneruskan pemahaman tersebut kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Perempuan tangguh adalah perempuan yang diberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan yang setara untuk berkarya. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen siaga bencana yang menyebarkan pengetahuan dan membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Makassar, Dr Baharuddin Mustamin SSTP MSi yang mewakili Kepala Pelaksana BPBD, menjelaskan bahwa Makassar merupakan kota pesisir dengan risiko kebencanaan yang cukup dinamis, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, hingga kebakaran.
Menurut Baharuddin, perempuan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kelompok rentan atau korban dalam situasi bencana, sebab mereka juga memiliki kapasitas besar untuk menjadi penggerak dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana.
“Perempuan merupakan aset penting dan agen perubahan dalam upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana," ujarnya.
"Mereka memiliki peran strategis dalam keluarga karena paling memahami kondisi rumah tangga, mempersiapkan kebutuhan keluarga, melindungi anak-anak, hingga menjadi pihak pertama yang memberikan respons ketika terjadi keadaan darurat,” jelas Baharuddin.
Ia berharap seluruh materi yang diperoleh peserta dapat disebarluaskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengetahuan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami berharap seluruh pengetahuan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang diperoleh dalam kegiatan ini tidak berhenti di ruangan ini. Mari menyebarkannya kepada keluarga, tetangga, serta komunitas di sekitar kita,” pungkas Baharuddin. (*)








