UNHAS.TV - Departemen Keuangan Amerika Serikat menyebutkan utang pemerintah mencapai rekor $40 triliun. Ini adalah utang yang dikhawatirkan akan berdampak buruk kepada warga Amerika, kalangan bisnis, dan pemerintah selama bertahun-tahun mendatang.
Para ahli anggaran dan pasar keuangan mengkhawatirkan beban utang yang terus meningkat karena pembayaran bunga atas utang ikut meningkat seiring kenaikan suku bunga dan pinjaman dan semua ini terjadi di tengah situasi ekonomi yang tidak juga dapat disebut baik.
CEO Peter G Peterson Foundation, Michael Peterson, menyebutkan, pada 10 tahun lalu, utang pemerintah mash mencapai 20 triliun Dollar, namun dalam enam tahun terakhir meningkat menjadi 50 triliun. Ia menilai kondisi ini sangat bahaya.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan lonjakan beban utang, menurut CNN. Salah satu faktor utamanya adalah penuaan populasi. Sekitar 10 ribu anggota generasi "Baby Boomer" pensiun setiap hari dan usia harapan hidup warga lanjut usia pun semakin panjang.
Hal ini berarti pemerintah harus mengeluarkan dana yang kian besar untuk program Jaminan Sosial dan layanan kesehatan Medicare. Kondisi fiskal program-program fundamental ini pun menjadi semakin rentan karena tidak tersedianya cukup banyak pekerja untuk menopang jumlah penerima manfaat yang terus membengkak.
Peningkatan jumlah utang juga dipengaruhi oleh peningkatan pengeluaran yang luar biasa, khususnya ketika pandemi Covid-19 dan tentu saja saat perang dengan Iran.
Jika situasi krisis ini terus terjadi, maka pemerintah akan mengambil langkah ekstrem dengan menaikkan pajak, menaikkan tarif impor, sambil mencari upaya menambah utang demi menutupi kebutuhan fiskal.(*)
Dollar AS. (ilustrasi Grok)
-300x183.webp)







