UNHAS.TV - Sedikitnya sudah 132 jiwa tewas akibat gempa hebat berkekuatan 7,4 magnitude yang menggoncang wilayah Provinsi Choco, wilayah barat Kolombia, Selasa (11/8/2026) pagi. Selain itu, menurut Asosiasi Kota-Kota Besar Kolombia, lebih dari 480 orang terluka.
Sebagian besar korban gempa ditemukan di Kota Pereira yang merupakan daerah perkebunan kopi terkenal di negeri itu. Korban juga ditemukan di Valle del Cauca. Korban lainnya tersebar di wilayah Manizales, Quibdo, dan Medellin.
Titik pusat gempa berada dekat desa San Jose del Palmar di Provinsi Choco, namun Wali Kota Pereira, Leon Fabio Moncada, mengaku tidak ada korban jiwa di titik gemppa itu meski banyak gedung dan jalan-jalan di wilayah itu rusak berat.
Seorang warga bernama Angelica Avila mengatakan, dia sedang berada di hotel di Manizales ketika gempa terjadi. Ia baru menyadari gempa ketika gedung hotel bergetar dan dinding-dinding retak dan runtuh.
"Semua orang berteriak. Saya lihat debu mulai beterbangan di hotel dan bata-bata berguguran," kata Angelica sebagaimana dikutip dari BBC.
Wartawan dan ahli metereologi, Luis Felipe Molina, berada di rumahnya ketika daratan bergetar hebat. Ia berjarak sekitar 150 km dari pusat gempa. "Buku saya yang berjumlah 450 jatuh dari rak. Gelas-gelas pecah dan saya dengar tetangga sudah berteriak ketakutan."
Gempa di Kolombia terjadi kurang dari dua bulan sejak gempa ganda di bagian utara Venezuela yang mengakibatkan lebih dari 6.300 orang tewas. Sampai kini, pemerintah Venezuela masih terus melakukan pemulihan akibat gempa itu.(*)
Gempa di Kolombia. Foto: media sosial








