Breaking News
Pendidikan

Unhas Naik dari Peringkat 950 ke 891 Dunia, Rektor Sebut Hadiah Hari Lahir Pancasila

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengumumkan peringkat unhas dalam pemeringkatan World Class University (WCU) naik dari 950 menjadi 891 dunia. (Infografis CGPT)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) memperbaiki posisinya dalam pemeringkatan perguruan tinggi dunia.

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengumumkan data terbaru peringkat dunia naik dari peringkat 950 menjadi 891 dalam pemeringkatan World Class University (WCU).

Capaian tersebut disampaikan Jamaluddin saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan PKM, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Senin (1/6/2026) pagi.

Upacara itu diikuti jajaran pimpinan universitas, Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, dekan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Menurut Prof Jamaluddin, peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kompak seluruh civitas akademika Unhas. Ia menyebut capaian itu sebagai kado istimewa pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila.

“Hari ini saya umumkan juga, dengan kerja keras, kerja cerdas, kerja kompak yang selama ini telah dilakukan oleh Unhas, Alhamdulillah Unhas akhirnya kembali memperbaiki peringkat dari tadinya 950 menjadi 891 melalui World Class University,” kata Prof JJ --sapaan rektor Unhas.

Ia mengatakan, perbaikan posisi Unhas di tingkat dunia menunjukkan bahwa perguruan tinggi harus memiliki ukuran capaian yang jelas.

Menurut dia, narasi tentang kemajuan bangsa dan pendidikan tinggi tidak cukup hanya disampaikan sebagai gagasan, tetapi perlu diwujudkan melalui target yang terukur.

“Tidak mudah tentu. Membuat narasi saja itu gampang, tetapi bagaimana menjalankan itu harus terukur. Alhamdulillah, Unhas selalu memiliki ukuran-ukuran di dalam setiap target yang baik,” ujar Jamaluddin.

Jamaluddin menilai keberhasilan tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila yang dibacakannya, tema peringatan tahun ini adalah “Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Tema itu, kata dia, menjadi pengingat agar nilai-nilai Pancasila tidak hanya berhenti pada seremoni. Nilai tersebut harus hadir dalam kerja institusi pendidikan, termasuk melalui peningkatan kualitas akademik, riset, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Jamaluddin mengatakan Unhas sebagai institusi pendidikan tinggi harus menjadi contoh dalam menjaga semangat kebangsaan. Ia berharap setiap momentum nasional, termasuk Hari Lahir Pancasila, dapat digunakan untuk memperkuat patriotisme generasi muda.

“Unhas tentu sebagai institusi harus menjadi contoh. Kita berharap setiap momen seperti ini bisa digunakan untuk memperkuat patriotisme anak-anak bangsa melalui Unhas,” katanya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Unhas berlangsung khidmat. Ratusan peserta upacara memadati Lapangan PKM sejak pagi. Jamaluddin mengapresiasi kehadiran civitas akademika yang disebutnya mencapai hampir 90 persen dari unsur pimpinan dan perwakilan fakultas.

Menurut dia, kehadiran dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa menunjukkan komitmen kampus dalam memelihara semangat kebangsaan. Ia menilai Pancasila merupakan modal utama bangsa Indonesia untuk tetap berdiri, eksis, dan terus bergerak maju.

Pada akhir amanatnya, Jamaluddin berharap kenaikan peringkat Unhas menjadi pemicu bagi seluruh civitas akademika untuk bekerja lebih baik. Ia ingin Unhas terus berkembang dan memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Semoga Unhas selalu maju, selalu berkembang, dan menjadi cahaya dalam menerangi jiwa bangsa,” ujar Jamaluddin. (*)

(Zahra Tsabita Sucheng / Unhas TV)