News
Sosial

Tampil di Tabligh Akbar IPIM, Menag Nasaruddin Umar Ajak Imam Masjid Jadi Pelopor Perdamaian Dunia

PERDAMAIAN - Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam Seminar Nasional, Istighotsah, dan Tabligh Akbar Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Minggu (15/6/2026). Menag mengajak para imam masjid di Indonesia dan dunia untuk menjadi pelopor narasi perdamaian global. (Unhas TV / Wandi Nojeng)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para imam masjid di Indonesia dan dunia untuk menjadi pelopor narasi perdamaian global.

Seruan itu disampaikan dalam Seminar Nasional, Istighotsah, dan Tabligh Akbar Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, Minggu (15/6/2026).

Ratusan imam masjid dari Indonesia Timur dan sejumlah daerah di Tanah Air memadati Masjid Al-Markaz di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 yang akan dipusatkan di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Forum ini dirancang sebagai pertemuan global yang akan menghadirkan sekitar 500 imam besar dari berbagai negara, termasuk Eropa, Amerika, China, Jepang, dan Timur Tengah. Indonesia ditetapkan sebagai tuan rumah dan diharapkan menjadi episentrum diskursus Islam moderat di tingkat dunia.

Dalam sambutannya, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pertemuan para imam masjid lintas negara ini bukan hanya agenda seremonial, melainkan upaya strategis untuk memperkuat diplomasi keagamaan.

Ia menyebut Indonesia memiliki posisi penting dalam menyuarakan Islam yang damai dan inklusif di tengah konflik global yang masih berlangsung.

“Ini rangkaian kegiatan dalam rangka konferensi internasional imam masjid sedunia. Imam masjid dari Eropa, Amerika, Cina, Jepang, semuanya akan berkumpul di Indonesia, termasuk Timur Tengah,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, Indonesia telah mulai menghimpun masukan dari para imam di berbagai wilayah, termasuk Indonesia Timur, Sumatera, Jawa Timur, dan Banten, sebagai bagian dari persiapan forum internasional tersebut.

Menurut dia, proses konsolidasi ini menjadi fondasi penting sebelum pelaksanaan pertemuan puncak di Jakarta.

Nasaruddin juga menekankan bahwa Indonesia tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai aktor utama dalam membangun citra Islam yang moderat.

Ia menyinggung pentingnya memperbaiki persepsi global terhadap Islam yang kerap disalahpahami sebagai agama yang keras.

“Indonesia hadir untuk mencerahkan dan memperbaiki citra Islam agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kita ingin menampilkan Islam yang ramah, cinta, dan akrab satu sama lain,” kata dia.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi global antarimam masjid dalam menyuarakan nilai-nilai perdamaian.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk unsur keamanan dan lembaga keagamaan, Indonesia diharapkan mampu mengonsolidasikan jaringan imam masjid dunia dalam satu platform diplomasi spiritual.

Ketua panitia kegiatan menyebut, rangkaian IPIM juga menjadi ajang konsolidasi nasional yang melibatkan pengurus hingga tingkat desa dan kelurahan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat jejaring imam masjid di seluruh Indonesia sebelum pelaksanaan IGIC 2026.

Forum internasional tersebut rencananya akan melibatkan ribuan peserta dari berbagai negara dan menjadi salah satu pertemuan keagamaan terbesar yang pernah digelar di Indonesia. Puncak kegiatan akan berlangsung di Masjid Istiqlal Jakarta sebagai simbol pusat peradaban Islam moderat dunia.

Dengan agenda tersebut, pemerintah berharap Indonesia dapat memperkuat peran sebagai jembatan dialog antarperadaban, sekaligus memperluas pengaruh diplomasi keagamaan di tingkat global.

(Rusmawandi Nojeng / Unhas TV)