Karier
Pendidikan

Teliti Dampak Pajak Karbon Terhadap Perekonomian, Syamsul Anam Raih Gelar Doktor Unhas

PROMOSI DOKTOR - Syamsul Anam, Komisaris Independen Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra), meraih gelar Doktor dari Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Jumat (25/9/2026). (Unhas TV / Zulkarnaen Jumar Taufik)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Komisaris Independen Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra), Syamsul Anam, menjalani Promosi Doktor Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Basri Hasanuddin, Program Pascasarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unhas.

Dalam Promosi Doktor tersebut, Syamsul mempertahankan disertasi berjudul “Dampak Penerapan Pajak Karbon terhadap Perekonomian Indonesia Menggunakan Model Computable General Equilibrium (CGE).”

Penelitian tersebut mengkaji dampak penerapan pajak karbon terhadap perekonomian Indonesia, termasuk perubahan pada sektor produksi dan konsumsi rumah tangga.

Dalam simulasi penelitian, Syamsul menemukan 10 sektor terbesar menyumbang 73,3 persen emisi nasional. Penelitian juga menunjukkan adanya tekanan terhadap konsumsi rumah tangga ketika tarif pajak karbon diterapkan.

Pada skenario tarif Rp30 per kilogram CO2e, konsumsi rumah tangga turun sekitar 6,20 persen. Sementara pada tarif Rp75 per kilogram CO2e, penurunannya mencapai 15,55 persen.

Syamsul mengatakan, Promosi Doktor menjadi momentum untuk menyosialisasikan hasil penelitian agar temuan akademik tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yang pertama tentu kegiatan promosi ini mengangkat kita dari Program Doktor Ilmu Ekonomi yang kita tahu setiap waktu terus melahirkan doktor-doktor baru dengan penelitian-penelitian yang berkontribusi untuk umat manusia," ujarnya.

"Sehingga kegiatan seperti ini menjadi penting untuk mensosialisasikan temuan-temuan tersebut dan memastikan agar luaran dari penelitian itu bisa berdampak bagi masyarakat,” jelas Syamsul.

Menurut Syamsul, dampak pajak karbon terhadap rumah tangga menjadi salah satu implikasi penting yang perlu diperhatikan dalam penerapan kebijakan tersebut.

Dampak tidak hanya dirasakan rumah tangga berpendapatan rendah, tetapi juga kelompok rumah tangga berpendapatan tinggi.



PROMOSI DOKTOR - Komisaris Independen Bank Sultra, Syamsul Anam, menjalani promosi doktor pada Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB Unhas, Jumat (25/9/2026). (Unhas TV / Zulkarnaen Jumar Taufik)


“Salah satu implikasi penting dari penelitian ini adalah dampak pajak karbon terhadap rumah tangga. Ini penting untuk dikabarkan karena pajak karbon yang segera diimplementasikan ini akan berdampak tidak saja kepada rumah tangga miskin, tapi juga terhadap rumah tangga 20% dengan pendapatan paling tinggi atau rumah tangga terkaya. Agar nanti desain kebijakan untuk penanganannya bisa lebih presisi lagi atau berbasis data,” jelasnya.

Syamsul berharap hasil penelitian tersebut dapat ditindaklanjuti para pemangku kebijakan dalam merumuskan kebijakan pajak karbon berbasis data atau evidence based.

“Kita berharap penelitian ini bisa di-follow up-i oleh para pemangku kebijakan untuk merumuskan kebijakannya berbasis pada data atau evidence based, sehingga kebijakan pajak karbon ini kemudian berimplikasi bisa lebih minimal dampaknya kepada rumah tangga atau terhadap sektor-sektor ekonomi di Indonesia,” tuturnya.

Promosi Doktor ini menjadi bagian dari perjalanan akademik Syamsul Anam yang merupakan lulusan S1 Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Unhas dan meraih Magister Ekonomika Pembangunan di Universitas Gadjah Mada.

Selain sebagai akademisi, Syamsul saat ini menjabat sebagai Komisaris Independen Bank Sultra. Ia juga pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Kendari serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Inovasi, Bisnis dan Dana Abadi Universitas Muhammadiyah Kendari.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktor, Syamsul menyebut capaian tersebut bukan menjadi akhir, tetapi menjadi pintu untuk terus melakukan penelitian dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Tadi sudah disampaikan oleh promotor bahwa ini bukan akhir, tapi ini merupakan pintu untuk terus berkontribusi dan berkiprah, mendorong terus riset-riset dan lebih produktif lagi dan balik ke masyarakat bisa lebih berdampak,” pungkasnya.

(Husnul Hatima / Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)