Lingkungan

Terumbu Karang Terbesar di Dunia Berhasil Ditemukan Dua Perempuan Penyelam

TERBESAR - Terumbu karang terbesar di dunia. Foto: Jan Pope/Citizens of the Reef

MAKASSAR, UNHAS.TV - Koloni karang atau terumbu karang terbesar di dunia berhasil ditemukan di Great Barrier Reef di lepas pantai Australia. Penemunya bukanlah peneliti dari lembaga penelitian atau universitas tetapi seorang ibu rumah tangga dan anaknya yang meminati penelitian.

Organisasi konservasi Citizens of the Reef menyebutkan, koloni karang ini membentang sekitar 111 meter (364 kaki) – kira-kira sama panjangnya dengan lapangan sepak bola – dan meliputi sekitar 3.973 meter persegi. 

Ini berarti bahwa koloni karang ini "termasuk di antara struktur karang paling jelas yang pernah tercatat di Great Barrier Reef," dan "koloni karang terbesar yang didokumentasikan dan dipetakan di dunia," menurut organisasi tersebut.

Karang tersebut ditemukan akhir tahun lalu oleh Sophie Kalkowski-Pope, koordinator operasi kelautan di Citizens of the Reef, dan ibunya, Jan Pope, seorang penyelam berpengalaman dan fotografer bawah air.

Pope telah menyelam di lokasi tersebut seminggu sebelumnya dan tahu bahwa dia telah melihat sesuatu yang istimewa. Jadi, keduanya kembali dengan peralatan pengukuran.

"Saat kami masuk ke air, saya langsung menyadari pentingnya apa yang kami lihat," kata Kalkowski-Pope. Bersama-sama, mereka merekam video, berenang melintasi hamparan karang berbentuk J. "Butuh waktu tiga menit untuk berenang dari satu sisi ke sisi lainnya," kata Kalkowski-Pope.

Fungsi Terumbu Karang

Koloni karang (atau lebih tepat disebut terumbu karang secara keseluruhan) memiliki fungsi sangat penting di lautan, baik secara ekologis maupun bagi kehidupan manusia. 

Terumbu karang merupakan habitat dan rumah bagi keanekaragaman hayati. Meski hanya menutupi kurang dari 0,1%–1% permukaan lautan dunia, mereka menjadi rumah bagi sekitar 25% spesies laut yang diketahui, termasuk ribuan jenis ikan, moluska, krustasea, spons, echinodermata, dan organisme lainnya. 

Fungsi lainnya yakni melindungi pantai dari abrasi dan Badai. Struktur keras terumbu karang berfungsi sebagai penghalang alami yang memecah gelombang besar, mengurangi energi ombak, dan mencegah erosi pantai serta kerusakan akibat badai atau tsunami.

Terumbu karang juga menjaga keseimbangan ekosistem laut. Mereka berperan sebagai penyaring alami air laut (menangkap sedimen dan nutrisi berlebih), mendukung rantai makanan laut, serta menjaga kualitas air dengan simbiosis antara polip karang dan alga zooxanthellae yang menghasilkan oksigen dan makanan.

Terumbu karang juga penyerap karbon dan penjaga iklim. Meski tidak sebesar hutan darat, terumbu karang membantu menyerap COâ‚‚ melalui proses kalsifikasi dan mendukung siklus karbon di laut.

Tanpa koloni karang yang sehat, ekosistem laut akan runtuh, populasi ikan menurun drastis, dan pantai lebih rentan terhadap bencana alam.

Sebelumnya, rekor koloni tunggal sering dikaitkan dengan koloni raksasa di Kepulauan Solomon (sekitar 34 m × 32 m, luas >4.000 m², berusia ratusan tahun) atau penemuan di Nusa Penida, Bali (spesies Galaxea astreata yang diklaim lebih besar pada 2024–2025). Namun, penemuan terbaru di Great Barrier Reef saat ini dianggap sebagai yang terbesar yang terverifikasi.(*)