MAKASSAR, UNHAS.TV - BYD China akhirnya bisa melampaui Tesla milik Elon Musk dalam hal total penjualan kendaraan listrik (EV) di dunia. Ini menandai pertama kalinya mereka melampaui pesaing Amerika mereka dalam penjualan tahunan.
BYD telah mengumumkan penjualan mobil bertenaga baterai mereka meningkat hampir 28% tahun lalu menjadi lebih dari 2,25 juta unit. Adapun Tesla mengungkapkan total penjualannya pada tahun 2025 sekitar 1,65 juta kendaraan sepanjang tahun.
Tesla tampaknya sedang kesulitan selama setahun ini dan diduga ini berkaitan dengan kegiatan politik Musk, dan persaingan yang semakin ketat dari para pesaing China.
Perusahaan-perusahaan China seperti Geely, MG, dan BYD telah menekan para pesaing Barat dengan menetapkan harga kendaraan mereka di bawah merek-merek yang sudah mapan.
Pada bulan Oktober, Tesla menanggapi dengan meluncurkan versi yang lebih murah dari dua model terlarisnya di AS dalam upaya meningkatkan penjualan.
Selain Tesla, perhatian Musk juga banyak tersita untuk mengurus media sosial X, perusahaan roket SpaceX, dan Boring Company, yang bergerak di bidang penggalian terowongan.
Kepemimpinan BYD dalam penjualan kendaraan lsitrik, salah satunya, karena harganya seringkali lebih rendah daripada produsen mobil pesaing. Eskpansi BYD juga sangat progresif.
Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini ini terus membidik pasar Amerika Latin, Asia Tenggara, dan sebagian Eropa. Upaya ini memang tidak mudah, khususnya di Eropa, karena sejumlah negara memberlakukan tarif tinggi pada kendaraan listrik buatan China.
Pada bulan Oktober, BYD mengatakan bahwa Inggris telah menjadi pasar terbesarnya di luar China. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa penjualannya di Inggris melonjak sebesar 880 persen dalam setahun hingga akhir September, didorong oleh permintaan yang kuat untuk versi plug-in hybrid dari kendaraan sport utility vehicle (SUV) Seal U miliknya.(*)
BYD - BYD Dolphin Mini.







_1-300x182.webp)
