Breaking News
Sulsel

Tim DVI Identifikasi Dua Korban KM Nurul Salsa, Jenazah Diserahkan kepada Keluarga

JENAZAH KORBAN - Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel menyerahkan dua jenazah korban KM Nurul Salsa yang telah teridentifikasi kepada keluarga melalui Polres Kepulauan Selayar di Makassar, Kamis (23/7/2026) sore. (Wandi Nojeng / Unhas TV)

MAKASSAR, UNHAS.TV - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan mengidentifikasi dua jenazah korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar, Kamis (24/7/2026) sore.

Kedua korban dipastikan bernama Hasriati, 44 tahun, dan Bau Intang, 50 tahun, setelah tim mencocokkan data post mortem dengan data ante mortem yang dihimpun dari keluarga.

Proses identifikasi dituntaskan di Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Dua jenazah itu sebelumnya tiba dalam kantong jenazah pada Rabu pagi dan langsung menjalani pemeriksaan forensik.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap terhadap kondisi fisik jenazah, sidik jari, susunan gigi, ciri khusus, rekam medis, serta barang yang ditemukan bersama korban.

Seluruh temuan kemudian disandingkan dengan keterangan keluarga untuk memastikan identitas secara ilmiah sebelum jenazah diserahkan.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan jenazah pertama berada dalam kantong bernomor PM 62 B01 Selayar. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan data ante mortem AM002.

“Hasilnya, korban dipastikan bernama Hasriati, 44 tahun, warga Dusun Garassi, Kelurahan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar,” kata Haris.

Identitas Hasriati dipastikan melalui pemeriksaan gigi, rekam medis, serta properti yang ditemukan bersama jenazah.

Jenazah kedua berada dalam kantong PM 62 B02 Selayar dan dicocokkan dengan data ante mortem AM001.



JENAZAH KORBAN - Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel menyerahkan dua jenazah korban KM Nurul Salsa yang telah teridentifikasi kepada keluarga melalui Polres Kepulauan Selayar di Makassar, Kamis (23/7/2026) sore. (Wandi Nojeng / Unhas TV)


Tim memastikan korban bernama Bau Intang, 50 tahun, warga Putabangun, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar. Identifikasi dilakukan melalui pencocokan sidik jari dan data medis.

Menurut Haris, metode DVI mengandalkan pembandingan data post mortem dari jenazah dengan data ante mortem yang diserahkan keluarga.

Data pembanding itu meliputi sidik jari, susunan gigi, rekam medis, ciri khusus, serta barang pribadi yang melekat pada korban. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan apabila data utama belum cukup memastikan identitas.

Kecocokan data menjadi dasar tim menyatakan identitas korban. Prosedur tersebut, menurut Haris, diperlukan untuk mencegah kesalahan penyerahan jenazah, terutama ketika kondisi fisik korban mengalami perubahan setelah berada di laut.

Setelah identitas keduanya dinyatakan sah, tim DVI menyerahkan jenazah kepada personel Polres Kepulauan Selayar. Kedua jenazah selanjutnya dibawa ke Selayar untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.

“Hari ini kedua jenazah langsung diserahkan ke Polres Selayar untuk dibawa ke Kabupaten Selayar dan diterima keluarga,” ujar Haris.

Ia menambahkan, Tim DVI telah menerima 16 data ante mortem dari keluarga penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Data itu menjadi acuan ketika tim menerima jenazah baru dari lokasi pencarian. Setiap identifikasi harus melalui pencocokan ilmiah agar tidak terjadi kekeliruan.

Penyerahan Hasriati dan Bau Intang mengakhiri penantian keluarga selama beberapa hari sejak kapal dilaporkan tenggelam. Kepastian identitas memungkinkan keluarga segera menjalankan proses pemakaman di kampung halaman masing-masing.

Berdasarkan data terbaru, KM Nurul Salsa mengangkut 76 orang. Sebanyak 61 korban telah ditemukan, terdiri atas 58 orang selamat dan tiga meninggal dunia. Adapun 15 orang lainnya masih dalam pencarian tim gabungan di perairan Kepulauan Selayar.

Tim DVI juga meminta keluarga korban yang belum ditemukan tetap berkoordinasi dengan petugas dan melengkapi data pembanding bila diperlukan.

Kelengkapan informasi dari keluarga dinilai penting untuk mempercepat proses identifikasi apabila korban lain berhasil dievakuasi oleh tim pencarian dari wilayah operasi di Selayar.

Pencarian korban yang belum ditemukan masih berlanjut. Tim DVI tetap menyiagakan posko identifikasi untuk menerima dan memeriksa setiap jenazah yang dievakuasi dari lokasi operasi.

Data ante mortem keluarga akan terus digunakan sebagai pembanding hingga seluruh korban ditemukan dan dipastikan identitasnya. 

(Wandi Nojeng / Unhas TV)