Kesehatan
Unhas Sehat

Tips Mencegah Asam Lambung, Dokter Biokimia: Pahami Faktor Pemicu!




Ketua Departemen Biokimia FK Universitas Hasanuddin dr Marhaen Hardjo MBiomed PhD. (dok Unhas.tv)

Penelitian terbaru dari jurnal Gastroenterology menunjukkan bahwa konsumsi makanan berserat tinggi dapat membantu mengurangi risiko GERD. Serat berperan dalam memperlancar pencernaan dan mengurangi tekanan pada perut, sehingga menghindari naiknya asam lambung ke kerongkongan.

Selain itu, studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa konsumsi teh hijau dan jahe memiliki efek menenangkan pada lambung dan dapat mengurangi peradangan yang sering terjadi akibat refluks asam lambung.

Dalam sebuah penelitian lain yang dipublikasikan oleh World Journal of Gastroenterology, disebutkan bahwa posisi tidur juga memengaruhi kemungkinan terjadinya GERD. Tidur dengan posisi miring ke kiri dapat membantu mengurangi gejala GERD dengan menjaga agar asam lambung tetap berada di lambung dan tidak naik ke esofagus.

Lebih lanjut, riset dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol dapat secara signifikan menurunkan risiko GERD. Nikotin dalam rokok melemahkan katup esofagus bagian bawah, sementara alkohol dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Terakhir, penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet menyarankan bahwa berolahraga dengan intensitas ringan hingga sedang, seperti berjalan kaki atau yoga, dapat membantu mengurangi gejala GERD.

Namun, olahraga berat yang meningkatkan tekanan intra-abdomen sebaiknya dihindari karena justru bisa memperburuk refluks asam.

"Dengan memahami faktor pemicu dan langkah pencegahan, Anda dapat mengurangi risiko GERD dan menjalani hidup yang lebih sehat," ujar dokter Marhaen.

Jangan biarkan gangguan asam lambung mengganggu aktivitas Anda, mulailah menerapkan pola hidup sehat dari sekarang!

(Venny Septiani Semuel / Unhas.TV)