Internasional

Trump Ancam Iran: Kalau Tidak Mau Berunding, Saya Akan Bom Jembatan dan Pembangkit Listrik

UNHAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald J Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan. Jika Iran menolak desakan itu, Trump mengancam akan mengebom sejumlah jembatan dan pembangkit listrik.

Ancaman itu dikeluarkan setelah Amerika Serikat selama tiga hari berturut-turut melakukan serangan besar-besaran ke wilayah Iran. Serangan itu kembali menimbulkan ketegangan di wilayah Selat Hormuz yang menjadi lalu lintas utama perdagangan minyak dunia.

Trump menyebutkan sangat jengkel dengan sikap Iran yang memberlakukan tarif 20 persen untuk setiap kapal yang melewati Selat Hormuz. Padahal, Amerika Serikat sudah menegaskan bahwa selat itu sudah bebas dilalui tanpa ada tekanan dari pihak Iran.

"Pekan depan akan jadi hari yang buruk untuk mereka. Saya akan meruntuhkan seluruh pembangkit listrik. Saya akan meruntuhkan seluruh jembatan, kecuali jika mereka mau kembali ke meja dan berunding," kata Trump saat diwawancarai oleh stasiun televisi Fox News.

Sebelumnya, Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menegaskan bahwa setiap serangan ke sipil dan infrastruktur sipil adalah kejahatan perang sesuai hukum internasional.

Konvensi Jenewa 1949 tentang Hukum Humaniter Internasional telah melarang serangan ke wilayah sipil serta ke sarana dan prasarana sipil. Konvensi Jenewa 1949 pada intinya berisi empat butir penegasan, salah satunya tentang perlindungan warga sipil di wilayah konflik dan wilayah pendudukan.(*)