JAKARTA, UNHAS.TV - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat atau UID Sulselrabar meraih penghargaan Silver dalam ajang Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026.
Penghargaan itu diraih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kampung Energi Mandiri Saukang.
Program tersebut mengolah limbah ternak menjadi biogas untuk kebutuhan rumah tangga serta pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi. Kampung Energi Mandiri Saukang berlokasi di Dusun Bakae, Desa Saukang, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan.
Penghargaan diserahkan dalam acara yang digelar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bersama Indonesia Social Sustainability Forum atau ISSF di Kantor Kementerian Desa PDT, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2026).
Ajang tersebut memberikan penghargaan kepada 61 perusahaan melalui 74 program yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan perdesaan, khususnya pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kampung Energi Mandiri Saukang dikembangkan untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pengelolaan limbah peternakan dan kebutuhan energi rumah tangga. Peternakan yang menjadi salah satu aktivitas masyarakat setempat menghasilkan limbah yang kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Dalam pelaksanaannya, PLN UID Sulselrabar berkolaborasi dengan Yayasan Peduli Bangsa Sinjai, pemerintah setempat, dan masyarakat. Pengelolaan limbah ternak dirancang dengan pendekatan ekonomi sirkular yang menghubungkan sektor peternakan, energi, dan pertanian.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan program tersebut mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar mereka.
“Limbah ternak yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini dapat digunakan untuk kebutuhan memasak, sementara hasil pengolahannya dimanfaatkan menjadi pupuk organik,” kata Edyansyah dalam keterangan tertulis.
Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi PLN untuk memperkuat program TJSL yang berbasis potensi lokal dan melibatkan masyarakat secara langsung.
“Penghargaan ini menjadi semangat bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi agar masyarakat semakin mandiri dalam mengelola sumber daya desanya,” ujarnya.
Melalui Kampung Energi Mandiri Saukang, PLN membangun satu unit digester biogas berkapasitas 12 meter kubik. Selain itu, perusahaan menyediakan satu kandang sapi komunal dan jaringan distribusi biogas yang melayani 10 rumah tangga.
Pembangunan infrastruktur tersebut juga disertai pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat. Langkah itu dilakukan agar warga mampu mengoperasikan dan merawat instalasi biogas secara mandiri serta berkelanjutan.
Pemanfaatan biogas dari limbah ternak diharapkan dapat mengurangi ketergantungan rumah tangga terhadap sumber energi konvensional sekaligus menekan pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan. Sisa hasil pengolahan limbah juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk kegiatan pertanian.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya PLN mengintegrasikan penyediaan energi bersih dengan pemberdayaan masyarakat desa.
Raihan Silver CSR dan PDB Awards 2026, menurut PLN, memperkuat komitmen perusahaan untuk mengembangkan program sosial yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan lokal.
Melalui Kampung Energi Mandiri Saukang, masyarakat didorong mengelola sumber daya desa secara lebih produktif, mulai dari memanfaatkan limbah ternak sebagai energi hingga mengolah residunya menjadi pupuk yang dapat digunakan kembali dalam kegiatan pertanian. (*)
BIOGAS - Tim PLN bersama masyarakat di lokasi Program Biogas Desa Saukang, Kabupaten Sinjai, yang didukung TJSL PLN UID Sulselrabar untuk mengolah limbah ternak menjadi energi alternatif bagi rumah tangga. (Dok humas PLN UID Sulselrabar)






-300x202.webp)

