GOWA, UNHAS.TV - Industri maritim Indonesia menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas antarwilayah, distribusi logistik, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis kelautan.
Sebagai negara kepulauan dengan wilayah laut yang luas, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur transportasi laut, tetapi juga membutuhkan dukungan riset, inovasi teknologi, serta sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan industri.
Kesadaran terhadap pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi dasar penguatan kerja sama antara Universitas Hasanuddin dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Kedua institusi tersebut mendorong pengembangan sektor maritim melalui peningkatan kapasitas akademik, penelitian, serta pembentukan talenta muda yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kuliah Tamu bertajuk “Marine Logistic & Tourism” yang digelar Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Kampus Universitas Hasanuddin, Gowa, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama Director of Operational & Transformation PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Dr Ir Rio Theodore Natalianto Lasse ST MEngSc MBA IPU.
Dalam forum tersebut, Rio memaparkan perkembangan industri maritim nasional, peran strategis ASDP dalam menjaga konektivitas wilayah, serta pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam menciptakan inovasi dan sumber daya manusia unggul di sektor kelautan.
Menurut Rio, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memiliki posisi strategis dalam ekosistem kemaritiman nasional.
Sebagai salah satu badan usaha milik negara, ASDP menjalankan tiga lini utama bisnis, yakni layanan pelayaran atau penyeberangan, pembangunan pelabuhan, serta pengelolaan terminal penyeberangan dan destinasi wisata.
“PT ASDP Indonesia Ferry Persero adalah BUMN yang memiliki korporat bisnis itu adalah pelayaran atau penyeberangan, pembangunan pelabuhan dan juga di terminal-terminal penyeberangan atau destinasi wisata," ujarnya.
"Jadi, ketiga bisnis tersebut merupakan backbone atau tulang punggung daripada industri kemaritiman di Indonesia,” jelas Rio.
Ia menjelaskan, keberadaan ASDP bukan sekadar sebagai operator transportasi laut, melainkan bagian dari sistem penghubung antarwilayah yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Konektivitas laut yang baik menjadi faktor penting dalam memastikan distribusi barang, mobilitas masyarakat, hingga pertumbuhan destinasi wisata dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Tugas kami adalah memastikan konektivitas antarwilayah dan juga distribusi logistik, begitu juga untuk wisata itu bisa berjalan dengan baik dan lancar,” kata Rio.
Kolaborasi Menjawab Tantangan Maritim
Di tengah perkembangan teknologi dan tuntutan efisiensi industri, Rio menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Perguruan tinggi memiliki peran dalam menghasilkan penelitian, inovasi, serta pengembangan keilmuan, sementara industri menjadi ruang implementasi agar hasil akademik dapat memberikan dampak nyata.
Menurut Rio, ASDP terus berupaya membangun hubungan dengan berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari strategi penguatan industri maritim nasional.
Kunjungan dan kegiatan akademik di lingkungan kampus menjadi salah satu cara untuk membuka ruang komunikasi serta menemukan peluang kerja sama yang lebih luas.
“Memang ini adalah salah satu lingkup rencana kami ke depan untuk selalu ada visit ke kampus-kampus. Karena memang untuk bisa mewujudkan konektivitas yang baik dan mendukung kemajuan industri maritim, peranan dari akademia itu sangat penting,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, kegiatan kuliah tamu di Universitas Hasanuddin menjadi langkah awal untuk membangun hubungan yang lebih erat antara ASDP dan civitas akademika Unhas.
Menurutnya, kerja sama ke depan dapat diarahkan pada berbagai bidang, mulai dari penelitian bersama, pengembangan kompetensi sumber daya manusia, hingga keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas industri.
“Pertemuan kali ini, kuliah umum adalah pertemuan awal. Jadi ini masih pada tahapan membuka pintu masuk. Tentunya setelah kami hadir ke sini dan kami juga memahami aspirasi atau harapan dari civitas akademika Universitas Hasanuddin, banyak hal yang bisa ditindaklanjuti,” jelas Rio.
Bentuk kerja sama yang memungkinkan dilakukan antara lain penelitian bersama di bidang kemaritiman, peningkatan kapasitas pegawai ASDP melalui pendidikan lanjutan, serta pemberian kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti program magang maupun kunjungan lapangan.
“Misalnya untuk melakukan penelitian atau riset bersama terkait dengan kemaritiman. Kemudian juga kami membuka peluang untuk karyawan ASDP belajar menimba ilmu juga di Unhas. Atau kami juga menerima mahasiswa-mahasiswa di Unhas ini yang ingin magang, visit ke lapangan, visit ke area kerja kami,” lanjut Rio.
Wawasan dari Praktisi Industri Maritim
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik Unhas, Dr Eng Ir Hendra Pachri ST MEng mengatakan keterlibatan praktisi industri dalam kegiatan akademik menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
Menurut Hendra, mahasiswa, khususnya dari Departemen Teknik Perkapalan, membutuhkan wawasan langsung mengenai perkembangan industri maritim agar mampu memahami tantangan nyata di lapangan.
“Kegiatan seperti ini kami sangat harapkan untuk memberikan sharing kepada adik-adik kami di kampus, khususnya Departemen Teknik Perkapalan,” ujar Hendra.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi fondasi awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih luas antara Fakultas Teknik Unhas dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Kerja sama tersebut nantinya dapat mencakup program dosen praktisi, magang mahasiswa, penelitian bersama, hingga pengembangan nota kesepahaman antarinstansi.
“Kegiatan ini menjadi awal untuk perencanaan kolaborasi lebih besar lagi ke depannya, dan bukan hanya kuliah umum. Ada kegiatan dosen praktisi, kegiatan magang, joint international conference, kemudian juga mungkin lanjut studi dari mereka. Itu nanti kita akan kembangkan melalui kegiatan MoU antara Universitas Hasanuddin dengan ASDP,” jelasnya.
Selain memperkuat hubungan kelembagaan, sinergi kedua institusi juga menjadi bagian dari upaya mencetak generasi baru penggerak industri maritim Indonesia.
Rio menyampaikan bahwa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin selama ini telah berkontribusi dalam menyediakan talenta yang bekerja di lingkungan ASDP.
“Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin itu sudah terbukti mengirimkan talenta-talentanya, lulusannya untuk bekerja di PT ASDP,” kata Rio.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat membuka lebih banyak peluang bagi lulusan Unhas untuk berkarier sekaligus memberikan kontribusi terhadap kemajuan industri maritim nasional.
“Harapannya tentunya ke depan akan ada lagi talenta-talenta muda lulusan dari Universitas Hasanuddin yang bisa berkarier dan berkarya di ASDP, memajukan industri maritim nasional,” ujarnya.
Kolaborasi Unhas dan PT ASDP tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama strategis yang tidak hanya menghasilkan penelitian dan inovasi, tetapi juga melahirkan generasi profesional yang mampu membawa industri maritim Indonesia menuju arah yang lebih kompetitif.
(Mustika Syaharuddin / Unhas TV)
KULIAH TAMU - Director of Operational & Transformation PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Dr. Rio Theodore Natalianto Lasse memberikan kuliah tamu “Marine Logistic & Tourism” di Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Kampus Gowa, Kamis (3/9/2026). Ia membahas kolaborasi riset dan pengembangan talenta maritim. (Unhas TV / Mustika Syaharuddin)
-300x175.webp)







