Ekonomi
Pendidikan

Unhas dan LPS Teken Kerja Sama Strategis, Perluas Peluang Magang dan Beasiswa

LITERASI KEUANGAN - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kuliah umum yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (12/6/2026). Unhas dan LPS membuat kerja sama dalam memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)

MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda melalui kerja sama strategis dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Perjanjian kerja sama itu ditandatangani bersamaan dengan kuliah umum yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (12/6/2026).

Kolaborasi ini tak hanya memberikan pemahaman mengenai stabilitas sistem keuangan nasional, tetapi juga membuka peluang magang, beasiswa, dan penelitian bagi mahasiswa.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM Mf Subsp Ortognat D yang menyambut positif kerja sama ini.

Menurutnya, kehadiran LPS di lingkungan kampus menjadi langkah strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang tata kelola dan stabilitas sektor keuangan di Indonesia.

"Kerja sama ini akan memperkuat pembelajaran mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan, serta memperluas peluang penelitian yang dapat memberikan kontribusi bagi pengambilan kebijakan nasional," kata Ruslin.

Kuliah umum menghadirkan Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution, sebagai narasumber utama.

Farid memaparkan peran strategis LPS dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan, menjamin simpanan nasabah, dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional di tengah tantangan ekonomi global. Ia menekankan pentingnya kesadaran finansial sejak dini bagi generasi muda.

"Rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Kondisi ini sering dimanfaatkan oleh berbagai modus penipuan, mulai dari pinjaman online ilegal hingga investasi bodong yang menargetkan kalangan muda," ujarnya.

Dalam wawancaranya dengan Unhas TV, Farid menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa yang tergolong generasi Z dan post-Gen Z.

"Mereka umumnya memiliki gadget, aktif di media sosial, dan mudah mengakses layanan keuangan. Namun literasi keuangan mereka masih rendah.

"Dengan pemahaman yang baik, mereka bisa menghindari jebakan finansial, menabung, berinvestasi secara aman, dan membeli kebutuhan sesuai prioritas," kata Farid.

Farid juga menjelaskan lingkup kerja sama antara LPS dan Unhas, yang mencakup empat bidang utama, literasi keuangan, peluang magang, beasiswa, dan penelitian.

"Kerja sama ini diharapkan meningkatkan literasi keuangan mahasiswa, memberi pengalaman industri melalui magang, mendukung penelitian berbasis kampus, serta memperluas akses beasiswa.

"Kami juga melaksanakan program literasi ke sekolah, kampus, dan pesantren untuk menutup kesenjangan literasi di kalangan muda," tambahnya.



LITERASI KEUANGAN - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar kuliah umum yang digelar di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea, Jumat (12/6/2026). Unhas dan LPS membuat kerja sama dalam memperkuat literasi keuangan bagi generasi muda. (Unhas TV / Zahra Tsabita Sucheng)


Kegiatan kemudian diikuti dengan penandatanganan perjanjian kerja sama resmi antara Unhas dan LPS, yang menegaskan komitmen kedua institusi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.

Menurut Farid, kolaborasi ini bukan sekadar simbol formalitas, melainkan langkah nyata untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan ekonomi dan finansial di era digital.

Wakil Rektor Unhas, Prof Ruslin, menambahkan, kehadiran LPS juga membuka akses mahasiswa terhadap program beasiswa dan bantuan pendidikan.

"Beasiswa ini akan mendukung mahasiswa, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan. Saat ini target kami adalah meningkatkan jumlah mahasiswa yang menerima bantuan hingga lebih dari 30 persen," ujar Ruslin.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa Unhas tidak hanya memperoleh wawasan tentang stabilitas sistem keuangan, tetapi juga kesempatan untuk mengembangkan kapasitas penelitian, pengalaman praktis melalui magang, serta akses ke berbagai program beasiswa.

Kuliah umum dan penandatanganan perjanjian kerja sama ini diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya literasi keuangan yang kuat di kalangan mahasiswa, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga negara.

Farid menegaskan, selain kerja sama dengan Unhas, LPS telah menjalin kemitraan serupa dengan sekitar 14 kampus di Indonesia. "Fokus utama kami adalah literasi keuangan mahasiswa. Kemudian magang, beasiswa, dan penelitian," ujarnya.

"Kami ingin mahasiswa memiliki kemampuan yang memadai untuk memahami dan mengelola risiko finansial, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi pengembangan kebijakan keuangan nasional," kata Farid.

Dengan momentum ini, Unhas berharap kolaborasi strategis dengan LPS dapat menjadi model bagi universitas lain dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pengalaman praktis, literasi finansial, serta kesempatan penelitian dan pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

(Zahra Tsabitha Sucheng / Unhas TV)