MAKASSAR, UNHAS.TV – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kerja sama strategis dengan The University of Queensland (UQ), Australia, melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Senin (12/10/2026).
Kerja sama ini berfokus pada pengembangan riset mineral kritis, pembangunan institut mineral berkelanjutan, serta penguatan kolaborasi akademik antara kedua universitas.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Rektorat Unhas lantai delapan tersebut dihadiri Rektor Unhas, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc yang didampingi Prof Adi Maulana. Rombongan The University of Queensland dipimpin oleh Pro Vice-Chancellor, Mr Brett Lovegrove.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Komunikasi sekaligus Kepala Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Dr Sawedi Muhammad SSos MSc.
Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi, dan Kealumnian, serta jajaran dekan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Vokasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Pertanian.
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, mengungkapkan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus mengembangkan berbagai bidang kerja sama yang menjadi kebutuhan kedua universitas, terutama dalam riset mineral kritis.
Ia menuturkan, pembahasan kedua pihak berlangsung lebih dari satu jam sebelum menghasilkan kesepakatan kerja sama yang dinilai strategis bagi pengembangan riset dan inovasi.
“Perjanjian ini sifatnya sangat strategis antara Unhas dan Universitas Queensland, yang memang merupakan kebutuhan kedua belah pihak dalam mengembangkan banyak hal, terutama kerja sama di bidang mineral kritis dan bidang-bidang lain,” ungkap Prof JJ --sapaan rektor.
Salah satu agenda utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan sustainable minerals institute atau institut mineral berkelanjutan.
Inisiatif tersebut direncanakan didukung penguatan mekanisme penelitian dan pengembangan laboratorium untuk mendukung sektor sumber daya mineral, termasuk penelitian unsur tanah jarang atau rare earth elements.
Pengembangan riset ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya mineral secara lebih berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat di Sulawesi.
Pro Vice-Chancellor The University of Queensland, Mr. Brett Lovegrove, mengungkapkan bahwa penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan Australia dan Indonesia, khususnya melalui kolaborasi pendidikan dan penelitian di Makassar.
Menurutnya, pengembangan institut mineral berkelanjutan akan membuka peluang bagi Unhas dan UQ untuk memperkuat dukungan penelitian serta membangun fasilitas laboratorium yang dapat menunjang pengembangan sektor sumber daya mineral.
Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan mineral yang berorientasi pada keberlanjutan agar pengembangannya dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat di seluruh Sulawesi.
Selain sektor mineral kritis, Lovegrove menyampaikan bahwa kerja sama kedua universitas turut mencakup bidang humaniora, teknik, bisnis, ilmu komputer, dan sains data.
Kedua institusi juga menjajaki peninjauan program akademik untuk membuka peluang pembentukan program gelar ganda atau double degree bagi mahasiswa Unhas dan UQ.
Melalui kesepakatan ini, Unhas dan The University of Queensland diharapkan dapat memperluas kolaborasi riset internasional, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, serta mendorong inovasi dalam pengelolaan sumber daya mineral secara berkelanjutan.
Kerja sama tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Australia sekaligus mendukung pembangunan ekonomi di kawasan Sulawesi.
(Andrea Ririn Karina / Iffa Aisyah Rahman / Unhas TV)
KERJA SAMA - Unhas menjalin kerja sama strategis dengan The University of Queensland (UQ), Australia, melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Senin, (12/10/2026). (Unhas TV / Iffa Aisyah Rahman)








