Pendidikan
Saintek

Unhas Dipercaya Kementan Produksi Drone Pertanian Senilai Rp11 Miliar, Bidik Pasar Internasional

DRONE PERTANIAN - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bersama jajaran pimpinan Unhas mengenalkan drone pertanian hasil inovasi Unhas di LT 1 Rektorat Unhas, Sabtu (25/7/2026). Drone pertanian buatan Unhas dikembangkan bersama Kementerian Pertanian dan PT EnerSky Innovation untuk penyemprotan presisi serta penaburan benih. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)

MAKASSAR, UNHAS.TVUniversitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat hilirisasi riset melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian dan PT EnerSky Innovation untuk memproduksi drone pertanian.

Kolaborasi itu bernilai lebih dari Rp11 miliar dan mencakup pengembangan sekitar 50 unit drone untuk penyemprotan serta penaburan benih di sejumlah wilayah Indonesia.

Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc mengatakan kerja sama tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian kampus tidak berhenti sebagai prototipe di laboratorium.

Drone yang dikembangkan Unhas telah melalui pengujian dan mulai digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian di berbagai daerah.

“Kita patut bersyukur karena Unhas bukan hanya memproduksi drone untuk digunakan di Makassar, tetapi sudah dipakai di seluruh Indonesia,” kata Jamaluddin.



DRONE PERTANIAN - Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bersama jajaran pimpinan Unhas mengenalkan drone pertanian hasil inovasi Unhas di LT 1 Rektorat Unhas, Sabtu (25/7/2026). Drone pertanian buatan Unhas dikembangkan bersama Kementerian Pertanian dan PT EnerSky Innovation untuk penyemprotan presisi serta penaburan benih. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Menurut dia, penggunaan sekitar 50 unit drone di berbagai wilayah merupakan bentuk pengakuan Kementerian Pertanian terhadap kualitas teknologi yang dikembangkan universitas.

Distribusi puluhan unit tersebut sekaligus menjadi uji pemanfaatan teknologi pada karakter lahan dan komoditas yang berbeda.

Drone pertanian tersebut dirancang untuk membantu penyemprotan dan penaburan benih secara otomatis. Teknologi navigasi dan pengaturan dosis memungkinkan alat bekerja lebih presisi sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani. Setiap unit bernilai sekitar Rp225 juta.

Prof JJ --sapaan akrab Rektor Unhas, mengatakan kepercayaan Kementerian Pertanian (Kementan) diberikan setelah drone melewati sejumlah tahapan pengujian.

Hasil pengujian menunjukkan alat tersebut dapat dioperasikan secara efektif dan profesional untuk mendukung modernisasi pertanian.

“Nilainya lebih dari Rp11 miliar. Drone ini mampu memberikan layanan penyemprotan secara akurat sesuai kebutuhan petani,” ujarnya.

Riset Dikembangkan Tim Inovasi

Pengembangan inovasi drone pertanian ini dipimpin oleh Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin Asmi Citra Malina SPi MAgr PhD.

Adapun Ketua Inventor adalah Dr Eng Ir Andi Amijoyo Mochtar ST MEng bersama tim pengembang di bawah koordinasi Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha (WR V) Unhas Prof Dr Amir Ilyas SH MH. 

“Pengembangan drone pertanian ini menjadi bukti bahwa inovasi perguruan tinggi dapat memberi solusi nyata bagi kebutuhan sektor pertanian,” ujar Asmi Citra Malina.

Kepercayaan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap inovasi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan nilai lebih dari Rp11 miliar.

“Kepercayaan Kementerian Pertanian melalui kerja sama senilai lebih dari Rp11 miliar menunjukkan bahwa inovasi Unhas memiliki nilai strategis dan potensi penerapan yang kuat," lanjut Asmi Citra.

"Kami berharap drone pertanian ini dapat meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan ketepatan pengelolaan pertanian, sekaligus memperkuat kontribusi Unhas dalam mendukung transformasi teknologi pertanian di Indonesia,” harapnya.

Dalam proses produksi, Unhas menggandeng PT EnerSky Innovation sebagai mitra industri. Perusahaan tersebut mendukung produksi dalam skala lebih luas agar inovasi kampus dapat memenuhi kebutuhan sektor pertanian nasional.

Kolaborasi ini mempertemukan kapasitas riset perguruan tinggi, dukungan kebijakan pemerintah, dan kemampuan produksi industri.

Kerja sama itu juga menjadi bagian dari upaya Unhas memperkuat ekosistem inovasi. Kampus mendorong hasil penelitian untuk dikembangkan menjadi produk yang dapat digunakan masyarakat, sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Perluas Pemasaran Produk

Menurut Prof Jamaluddin, pasar drone pertanian tidak hanya terbuka di dalam negeri. Unhas mulai menjajaki komunikasi dengan sejumlah negara untuk memperluas pemasaran produk tersebut. Ia berharap drone buatan Unhas dapat masuk ke pasar internasional pada tahun depan.

“Kami berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia memanfaatkan teknologi ini. Kami juga sudah mulai berbicara dengan beberapa negara,” kata dia.



DRONE PERTANIAN - Hasil inovasi Unhas berupa drone pertanian dikenalkan di LT 1 Rektorat Unhas, Sabtu (25/7/2026). Drone pertanian buatan Unhas dikembangkan bersama Kementerian Pertanian dan PT EnerSky Innovation. (Unhas TV / Kautsar Ardiansyah)


Unhas berharap kolaborasi tersebut menjadi model kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri.

Hilirisasi riset dinilai penting untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional, mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan mempercepat transformasi pertanian.

Penggunaan drone diharapkan membantu petani meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi penggunaan bahan secara berlebihan, dan menjangkau lahan lebih cepat. Teknologi itu juga diproyeksikan mendukung penerapan pertanian presisi di Indonesia.

Kerja sama senilai lebih dari Rp11 miliar tersebut menandai langkah Unhas membawa inovasi dari ruang riset menuju lahan pertanian.

Kampus berharap produk karya anak bangsa itu dapat digunakan lebih luas dan memberi dampak langsung bagi produktivitas petani.

(Mustika Syaharuddin / Kautsar Ardiansyah R / Unhas TV)