MAKASSAR, UNHAS.TV - Universitas Hasanuddin (Unhas) memastikan uang kuliah tunggal atau UKT bagi mahasiswa baru tahun akademik 2026 tidak mengalami kenaikan.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi secara nasional dan tekanan pembiayaan di banyak perguruan tinggi, Unhas sebagal salah satu kampus negeri menyatakan tetap mempertahankan keterjangkauan biaya pendidikan.
Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, mengatakan besaran UKT untuk mahasiswa baru tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya.
Kepastian itu, kata dia, menjadi bagian dari komitmen kampus untuk menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka, terutama bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Tidak boleh ada mahasiswa Universitas Hasanuddin yang berhenti kuliah hanya karena persoalan biaya,” kata Prof Jamaluddin saat jumpa pers pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di FKG Unhas, Selasa (21/4/2026).
Kebijakan menahan UKT itu diumumkan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap biaya pendidikan tinggi. Sejumlah kampus belakangan menghadapi tekanan anggaran, terutama karena keterbatasan dukungan pembiayaan dari pemerintah.
Namun Unhas menyatakan tidak akan menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan untuk menaikkan beban mahasiswa baru.
Penerima Beasiswa KIP Kuliah
Selain memastikan UKT tidak naik, Unhas juga menegaskan dukungannya terhadap mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP yang hasilnya telah diumumkan, tercatat 1.300 mahasiswa di Unhas menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah atau KIP Kuliah.
Bantuan itu dinilai penting untuk memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki prestasi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi.
Menurut Prof Jamaluddin, menjaga keterjangkauan biaya tidak berarti mengorbankan mutu pendidikan. Ia menegaskan kualitas fasilitas dan proses pembelajaran tetap menjadi prioritas kampus.
Dalam penjelasannya, ia membedakan antara biaya kuliah tunggal atau BKT dan UKT. BKT, kata dia, merupakan standar biaya pendidikan yang tidak bisa dikurangi tanpa berdampak pada kualitas pembelajaran. Adapun UKT adalah bagian dari BKT yang telah disubsidi pemerintah.
Persoalannya, bantuan pemerintah untuk menopang pembiayaan pendidikan tinggi disebut cenderung menurun dari tahun ke tahun.
Kondisi itu memaksa perguruan tinggi mencari jalan lain agar keberlanjutan layanan pendidikan tetap terjaga tanpa membebani mahasiswa secara berlebihan.
Untuk menutup tantangan itu, Unhas mengaku terus memperkuat jejaring pendanaan dan membuka peluang kontribusi dari berbagai pihak.
Salah satu upaya yang disiapkan ialah mendorong partisipasi calon mahasiswa atau keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan dana abadi kampus.
Langkah itu, menurut pihak kampus, dimaksudkan untuk menjaga kesinambungan pembiayaan pendidikan dalam jangka panjang.
Dengan skema tersebut, kampus berharap dapat mempertahankan kualitas layanan akademik sekaligus memastikan mahasiswa tetap bisa menyelesaikan studi mereka.
Bagi Unhas, persoalan biaya tidak boleh menjadi titik putus bagi pendidikan. Kampus, kata Jamaluddin, akan terus mencari jalan keluar agar mahasiswa tetap dapat meraih gelar dan menjaga cita-citanya di Kampus Merah.
(Zulkarnaen Jumar Taufik / Unhas TV)
Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc saat memberikan keterangan dalam jumpa pers tentang pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di FKG Unhas, Selasa (21/4/2026). (Unhas TV/Moh Resha)







-300x200.webp)
