MAKASSAR, UNHAS.TV - Senat Akademik Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan rapat paripurna terbatas dengan agenda Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor terhadap empat guru besar di Ruang Senat Akademik Unhas, Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (10/2/2026).
Proses pengukuhan dihadiri Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc, Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga besar dari para profesor yang dikukuhkan.
Adapun empat profesor yang dikukuhkan adalah Prof Dr Agussalim SE MSi (Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof Dr Madris SE DPS MSi (Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Prof Dr Muhammad Ismail SE MSi (Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis), dan Prof Rini Rachmawaty SKep Ns MN PhD (Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Keperawatan, Fakultas Keperawatan)
Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa MSc menegaskan, peran para profesor perlu diformulasikan agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada sumbangsih nyata bagi masyarakat.
Prof Jamaluddin menekankan agar seluruh sivitas akademika dapat terus mendorong tumbuhnya semangat belajar lintas bidang, keterbukaan terhadap gagasan baru, serta kolaborasi antardisiplin ilmu sebagai kekuatan utama dalam pengembangan akademik dan riset.
"Beragam latar keilmuan para guru besar Unhas, menjadi pondasi penting dalam menjawab tantangan masa depan. Kompleksitas permasalahan global saat ini membutuhkan perspektif multidisiplin yang saling melengkapi," jelas Prof Jamaluddin.
Prof Jamaluddin berharap para guru besar Unhas dapat terus berperan sebagai motor penggerak perubahan dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat. Para guru besar diharapkan tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjaga kualitas akademik, etika keilmuan, dan integritas ilmiah.
Prof Agussalim dalam pidato pengukuhan menguraikan topik "Kemiskinan: Kutukan Alam atau Buatan Manusia", yang menjelaskan kemiskinan sebagai masalah kompleks dengan dimensi yang luas.
Menurutnya, penanganan kemiskinan harus dilakukan secara sistemik, struktural, holistik, komprehensif, kolaboratif dan berkelanjutan, suatu cara pandang yang selama ini gagal dipraktekkan oleh para penentu kebijakan. Praktik penanggulangan kemiskinan selama ini cenderung bersifa parsial, semu, sporadis, amal, bahkan politis.
PROFESSOR - Rapat Senat Terbuka Terbatas Senat Akademik Unhas dengan agenda penerimaan empat Guru Besar, Selasa (10/2/2026)
-300x200.webp)







