News

Inilah Doa Paling Manjur, Rasulullah Jamin Allah Kabulkan

MAKASSAR, UNHAS.TV - Ajaran Islam memiliki banyak doa yang punya khasiat dan manfaat (fadhilah) tertentu. Doa yang bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari bahkan untuk kehidupan akhirat.

Salah satu doa tersebut muncul dari kisah Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, sahabat Rasulullah. Anas menceritakan suatu peristiwa yang sangat berharga tentang keutamaan sebuah doa.

Anas berkata, "Aku pernah duduk bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sementara tidak jauh dari kami ada seorang laki-laki yang sedang melaksanakan shalat (di masjid). 

Setelah selesai shalat, orang itu berdoa dengan lafaz: 'Allahumma inni as’aluka bi-anna asyhadu annaka antallah, la ilaha illa antal-ahadus-shamad, alladzi lam yalid wa lam yuwlad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad'."

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karena aku bersaksi bahwa Engkau adalah Allah, tiada Tuhan selain Engkau, Yang Maha Esa lagi Maha Dibutuhkan (oleh segala sesuatu), tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Mendengar doa tersebut, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, "Sungguh dia telah memohon kepada Allah dengan nama Allah yang paling agung (Ismul A’zham). Apabila doa dipanjatkan dengan nama itu, pasti dikabulkan. Dan apabila permintaan diajukan dengan nama itu, pasti diberi."

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, dan dinilai sahih oleh para ulama seperti Al-Hakim dan lainnya. Lafaz di atas adalah penggabungan riwayat yang paling lengkap dan populer.

Doa ini mengandung Ismul A’zham (nama Allah yang paling agung), yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Ikhlas: "Qul huwallahu ahad, Allahus shamad, lam yalid wa lam yuwlad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad."

Rasulullah SAW menegaskan bahwa doa yang menggunakan kalimat ini —khususnya ketika disertai kesaksian tauhid yang tulus— memiliki kekuatan luar biasa. 

Allah Ta’ala berjanji mengabulkannya, baik berupa permohonan hajat duniawi maupun ukhrawi, selama doa itu sesuai dengan syariat dan tidak meminta hal yang haram.

Doa ini sering dibaca setelah shalat sunnah di masjid, saat sujud, atau di waktu-waktu mustajab lainnya, karena konteks ceritanya memang terjadi di masjid saat seseorang selesai shalat.

Doa ini sebaiknya diucapkan dengan penuh keyakinan dan khusyuk setelah shalat; Diucapkan dengan tartil; Renungkan maknanya (tauhid murni kepada Allah Yang Maha Esa).

Semoga doa ini menjadi wasilah bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan segala hajat kita dikabulkan-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin. Wallahu a’lam.(*)