MAKASSAR, UNHAS.TV — Unhas Press tengah menyiapkan aplikasi layanan penerbitan yang memungkinkan penulis memantau perkembangan naskahnya secara langsung, mulai dari naskah diajukan hingga buku selesai dicetak.
Aplikasi tersebut dikembangkan bersama Hadin IT sebagai bagian dari transformasi layanan Unhas Press. Sistem ini dirancang tidak hanya untuk memberikan transparansi kepada penulis, tetapi juga membantu manajemen mengendalikan seluruh proses produksi buku melalui satu dashboard.
Direktur Utama PT Hadin Media Nusantara yang menaungi Unhas Press, Yusran Darmawan, mengatakan gagasan tersebut sudah direncanakan sejak awal pengembangan Unhas Press. Menurutnya, pengalaman pengguna pada berbagai platform digital menjadi salah satu inspirasi.
“Kami belajar dari Shopee dan Tokopedia yang memungkinkan pengguna melakukan tracking terhadap barang atau layanan yang dipesan. Kami ingin Unhas Press juga memberikan pengalaman seperti itu. Penulis yang menyerahkan naskah bisa mengetahui bukunya sudah sampai tahap mana dan kapan diperkirakan selesai,” kata Yusran Darmawan.
Dalam rancangan dashboard yang tengah dikembangkan, alur penerbitan dibuat secara terintegrasi. Naskah dapat dipantau mulai dari screening dan triage, editing dan koreksi, layout dan typesetting, hingga percetakan. Sistem juga dirancang terhubung dengan proses pengurusan ISBN dan KDT Perpustakaan Nasional.
Setiap naskah memiliki identitas dan status pengerjaan tersendiri. Dashboard menampilkan siapa yang menangani naskah, tahapan yang sedang berjalan, sisa waktu pengerjaan, hingga kendala yang menyebabkan proses terhenti.


Tampilan Awal Aplikasi Unhas Press
Salah satu fitur utama adalah Kanban Workflow, yang memperlihatkan posisi seluruh naskah dalam alur produksi. Dengan tampilan tersebut, manajemen dapat melihat secara cepat naskah yang baru masuk, sedang diedit, memasuki proses layout, siap cetak, maupun yang mengalami hambatan.
Sistem juga menggunakan Service Level Agreement (SLA) untuk menetapkan target waktu pada setiap tahapan. Naskah yang melewati target dapat ditandai secara otomatis sebagai overdue, sementara pekerjaan yang terhambat dapat memperoleh status blocked. Dengan demikian, keterlambatan bisa diketahui dan ditangani lebih cepat.
“Selama ini salah satu pertanyaan yang sering muncul dari penulis adalah, ‘Buku saya sudah sampai di mana?’ Dengan aplikasi ini, pertanyaan seperti itu nantinya bisa dijawab oleh sistem. Penulis cukup membuka portal dan melihat perjalanan naskahnya,” kata Yusran.
Manajemen Bisa Melihat Titik Kemacetan
Dashboard juga dirancang sebagai alat kendali bagi manajemen Unhas Press. Pada halaman Dashboard & KPI, pimpinan dapat melihat jumlah pengajuan naskah, naskah yang sedang diproses, buku yang telah selesai, hingga pekerjaan yang membutuhkan tindakan segera.
Sistem bahkan dirancang untuk menganalisis bottleneck atau titik kemacetan dalam proses penerbitan. Waktu pengerjaan pada tahapan screening, editing, layout, percetakan, hingga pengurusan ISBN dapat dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan.
Fitur early warning akan memunculkan naskah-naskah kritis yang terlambat atau terhenti sehingga manajemen dapat segera mengambil tindakan. Dashboard juga menampilkan beban kerja editor, layouter, unit percetakan, serta tim yang menangani ISBN.
Jika seorang editor atau layouter menangani terlalu banyak naskah, beban pekerjaan tersebut dapat diketahui dan didistribusikan kembali.
“Kalau ada naskah terlalu lama berhenti di satu tahapan, kami harus tahu penyebabnya. Apakah persoalannya pada editing, layout, penulis yang belum mengirim revisi, antrean percetakan, atau proses ISBN. Dari dashboard, semuanya bisa dipantau,” ujarnya.
Rancangan aplikasi juga mencakup tracking publik atau portal penulis, antrean cetak offset, inventaris kertas dan bahan, serta verifikasi ISBN Perpusnas. Kapasitas mesin cetak dan antrean produksi juga dirancang dapat dipantau sehingga proses editorial dan produksi fisik buku berada dalam satu sistem.
Menurut Yusran, aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan akan terus disempurnakan sebelum diterapkan secara penuh.
“Target kami sederhana: penulis mendapatkan kepastian, sementara manajemen mendapatkan kendali. Penulis tahu naskahnya ada di mana, dan kami tahu apa yang harus dilakukan agar buku itu selesai tepat waktu,” katanya.
Buku Unhas Press Segera Masuk Gramedia
Transformasi Unhas Press tidak berhenti pada pembenahan proses penerbitan. Unhas Press juga tengah mempersiapkan perluasan distribusi agar buku-buku pilihannya dapat menjangkau pembaca secara nasional.
Dalam waktu dekat, Unhas Press berencana menjalin kerja sama dengan perusahaan dalam jaringan Mizan. Salah satu agenda kolaborasi tersebut adalah membuka akses distribusi sejumlah buku pilihan Unhas Press ke jaringan toko buku nasional, termasuk Gramedia di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak semua buku akan masuk dalam skema distribusi tersebut. Unhas Press akan melakukan kurasi dengan mempertimbangkan kualitas, tema, segmentasi pembaca, serta potensi pasar.
Di antara buku yang dipersiapkan untuk mendapatkan distribusi lebih luas adalah Ekonomi Politik di Era Digital karya Eka Sastra serta buku bertema bisnis karya Anwar Mattawape. Sejumlah judul lainnya juga tengah dipersiapkan dan dikurasi.
Menurut Yusran, perluasan distribusi tersebut penting karena tantangan penerbit universitas bukan hanya menghasilkan buku berkualitas, tetapi juga memastikan buku tersebut menemukan pembacanya.
“Kami ingin produk pemikiran yang lahir dari Tamalanrea tidak hanya beredar di lingkungan kampus. Buku-buku yang punya pasar harus kita dorong masuk ke ruang publik dan bisa ditemukan pembaca di berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Mau Menerbitkan Buku di Unhas Press?
Unhas Press juga membuka layanan penerbitan bagi dosen, peneliti, praktisi, mahasiswa, alumni, maupun masyarakat umum yang memiliki naskah untuk diterbitkan.
Penulis dapat menerbitkan buku dalam bentuk cetak maupun digital. Tim Unhas Press memberikan pendampingan mulai dari pemeriksaan naskah, proses editorial, desain sampul, tata letak, pengurusan ISBN, pencetakan, hingga distribusi.

Proses awalnya dibuat sederhana. Calon penulis cukup menyiapkan naskah dan menghubungi admin Unhas Press melalui WhatsApp 0823-5552-3119. Tim selanjutnya akan memberikan informasi mengenai tahapan, persyaratan, serta skema penerbitan yang tersedia.
Ke depan, seluruh proses tersebut akan semakin terintegrasi melalui aplikasi yang sedang dikembangkan. Setelah naskah masuk, penulis tidak hanya menyerahkan file dan menunggu buku selesai, tetapi dapat mengikuti perjalanan karyanya dari satu tahapan ke tahapan berikutnya.
Dengan pembenahan layanan, digitalisasi proses produksi, serta perluasan distribusi nasional, Unhas Press ingin membangun ekosistem penerbitan yang lebih profesional. Arahnya bukan sekadar menerbitkan lebih banyak buku, tetapi memastikan penulis mendapatkan pelayanan yang baik dan buku menemukan pembacanya.
undefined








